batampos.co.id – Percepatan vaksinasi menjadi salah satu arahan pemerintah pusat dalam menangani Covid-19. Sebanyak 511.029 warga Batam menerima penyuntikan vaksinasi Covid-19 hingga Selasa (20/7).

Rinciannya, usia 18 tahun ke atas sebanyak 479.176 orang atau 60,7 persen dari sasaran vaksin yakni sebanyak 789.451 orang. Sementara usia 12 tahun sampai 17 tahun sebanyak 31.853 orang atau 27,02 persen dari target sasaran sebanyak 117.866 orang.

“Sasaran vaksin kita sebanyak 907.317 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmardji, Selasa (20/7).


Vaksinasi kata Didi, dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Batam. Vaksinasi ini terdiri dari pemberian vaksin dosis pertama dan dosis kedua. Secara kumulatif, pihaknya telah menyuntikkan 511.029 vaksin Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis. Penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari, dan 28 hari untuk lansia. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap penyakit yang disebabkan virus corona.

Ditambahkan Didi, stok vaksin hingga kemarin 3.520 vial multidose atau 35.200 dosis. ”Masih terus jalan,” ucapnya.

Didi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir apa lagi takut untuk divaksin. “Insya Allah aman,” sebutnya.

Sampai saat ini, animo masyarakat Batam cukup tinggi untuk vaksinasi. Meski demikian, keterbasan vaksin menyebabkan masyarakat harus menunggu lebih lama lagi.

”Vaksin lagi kosong. Se-Indonesia memang kosong, tapi pemerintah lagi mencari vaksin ke perusahaan-perusahaan luar negeri. Menteri Kesehatan sampaikan bahwa minggu ini akan segera datang,” kata Wali Kota Batam, Rudi, Rabu (20/7).

Saat ini, vaksinasi di Batam sudah mencapai 58 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai belasan persen. Rudi mengaku sudah menyurati Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk segera menurunkan vaksin ke Batam, setelah dapat dari pemerintah pusat nanti.

”Saya sudah surati gubernur, nanti gubernur akan meneruskan ke pusat. Mekanismenya seperti itu. Makanya saya tidak bisa langsung surati Menkes. Intinya memang belum ada vaksin untuk saat ini,” paparnya.

Rudi mengungkapkan bahwa nanti ada vaksin baru yang tiba di Batam, seperti Moderna dan Pfizer, selain itu, tentu saja Sinovac dan Astrazeneca. ”Pengiriman akan berjalan secara bertahap, sesuai dengan masa berlaku vaksin tersebut,” jelasnya.

Ia berharap hingga akhir Juli, vaksinasi di Batam sudah 70 persen dari warga Batam. ”Saya harap bisa di atas 70 persen. Kalau sudah segitu, maka sudah masuk herd immunity. Vaksinasi ini yang membantu menangani Covid-19 ini, karena kalau sudah divaksin, bisa lebih cepat sembuh kalau terpapar,” ujarnya. (*/jpg)