batampos.co.id – Kasus Covid-19 aktif di Batam semakin tinggi. Bahkan sudah melampaui 3.000 kasus, seiring meningkatnya kasus harian beberapa bulan terakhir. Untuk itu, komitmen menjalankan protokol kesehatan (protkes) harus benar-benar dijalankan.

”Kasus Covid-19 aktif saat ini sudah mencapai 3.135 orang. Rumah sakit semakin kewalahan. Varian baru Alpha dan Delta sudah beredar di Batam. Jadi, tolong protkes benar-benar dijalankan semuanya tanpa kecuali,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi SPoG, Rabu (21/7).

Namun ada kabar baiknya, kata Didi, tingkat kesembuhan harian juga mulai meningkat. ”Kita patut bersyukur, hari ini (kemarin, 21/7, red) jumlah pasien yang sembuh meningkat dari jumlah kasus harian, yakni 569 orang sembuh. Akumulasi total sejak awal hingga saat ini, sudah 16.759 orang sembuh (82,297 persen),” ujarnya.


Didi menyampaikan, kasus aktif di Batam ini tersebar di seluruh kecamatan. Batam Kota menjadi wilayah dengan kasus aktif tertinggi, yakni 694 orang. Di posisi kedua, Sekupang dengan 577 kasus aktif, dan Sagulung 392 kasus. Selanjutnya, Bengkong 346 kasus, Batuaji 274 kasus, Lubukbaja 255 kasus, Seibeduk 236 kasus, Nongsa 212 kasus, dan Batuampar 91 kasus.

Sedangkan tiga kecamatan hinterland juga terus mengalami penambahan kasus aktif, yakni Belakangpadang 28 kasus, Galang 18 kasus, dan Kecamatan Bulang 12 kasus.

”Dari 3.135 kasus aktif (15,395 persen) itu, ada 2.285 orang yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sisanya, 624 dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 dan 226 lainnya di Asrama Haji,” sebutnya.

Didi menambahkan, khusus Rabu (21/7) jumlah pasien Covid-19 di Batam bertambah 262 orang, sehingga total menjadi 20.364 orang sejak pandemi bermula Maret 2020 lalu. Jumlah pasien meninggal dunia karena Covid-19 juga masih bertambah.

Kemarin ada enam orang meninggal dunia. Total pasien meninggal dunia sejak pandemi ini melanda sampai sekarang, sudah 470 orang (2,308 persen). Jumlah kasus aktif di atas, belum termasuk masyarakat yang sebenarnya terpapar Covid, namun tidak melapor ke Satgas.

Mereka memilih ke dokter lalu meminum obat dan istirahat. Bisa jadi jumlahnya lebih besar dari yang terdata saat ini dan itu juga berpotensi menjadi penyebab penularan semakin cepat.

Apalagi jika terpapar varian baru Alpha dan atau Delta, jauh lebih cepat lagi penularannya. Menyikapi masih banyaknya warga yang positif Covid-19 tidak melapor atau memilih isoman, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, telah meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Tim Gugas Batam untuk meningkatkan tracing.

Paling sedikit 3.000 orang setiap harinya. Tujuannya, mendeteksi dini untuk bisa melakukan tindakan pencegahan. Terkait perintah Mendagri tersebut, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dalam dua hari ke depan akan memulai melakukan tes antigen massal di semua kelurahan.(*/jpg)