batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengeluarkan surat edaran terbaru terkait perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Beberapa hal dievaluasi dalam SE nomor 36 terkait PPKM Level IV, termasuk jam operasional pedagang kaki lima dan pelaku usaha makanan atau restoran.

Khusus supermarket, toko kelontong, pasar tradisional buka hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas 50 persen.


Untuk pedagang makanan, kafe, dan restoran yang berada di pusat perbelanjaan diperbolehkan buka, namun hanya untuk layanan bungkus atau take away.

Pedagang kaki lima diperbolehkan buka hingga pukul 22.00 WIB, dan hanya membuka pesan layanan antar, dan tidak untuk makan di tempat.

Untuk rumah ibadah seperti masjid, vihara, gereja, klenteng, dan vihara tidak diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan keagamaan berjemaah selama penerapan PPKM level IV, guna mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

”Untuk kegiatan seminar, rapat dan lainnya tidak diperbolehkan. Fasilitas umum ditutup, dan resepsi pernikahan ditiadakan sementara,” sebutnya, Rabu (21/7/2021).

Rudi berharap SE ini dipatuhi sehingga dalam waktu empat hari ke depan kasus Covid-19 bisa melandai.

Tingginya angka kasus membuat tingkat kematian juga meningkat, sehingga berdampak terhadap ketersediaan lahan di permakaman yang ada di Seitemiang.

”Setiap hari lima bahkan lebih orang meninggal. Penggali lahan kuburan mulai mengeluh karena kecapekan. Jadi, agar hal ini bisa kami tekan mari patuhi semua aturan yang ada. Tetap gunakan masker, batasi mobilitas, dan lebih baik di rumah saja,” ujarnya.

Ia sangat berharap Batam bisa segera keluar dari status PPKM ini. Banyak hal tertunda akibat dampak Covid-19.

”Untuk pedagang juga begitu, karena sekarang jam operasional berubah, saya mohon patuhi aturan dan jangan ada kerumunan ketika berjualan,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, mengingatkan kepada pemerintah jangan sampai mematikan usaha pedagang akibat adanya penyekatan.

Ia meminta pedagang bisa beroperasi, akan tetapi tetap mengedepankan protokol kesehatan. Baik itu penyediaan sarana untuk penerapan protokol kesehatan dan pembelian dengan sistem take away.

“Kita hanya minta kesadaran seluruh masyarakat, protokol
kesehatan itu tetap jalan dan mereka bisa berjualan juga dengan take away,” ujarnya.(jpg)