batampos.co.id – Penelusuran kontak dekat pasien terjangkit virus corona (Covid-19) menjadi kunci pemenuhan target pemeriksaan 3.100 spesimen dalam satu hari.

Namun, hingga saat ini, penelusuran kontak dekat pasien Covid-19 di Batam masih lemah, sehingga sulit mendeteksi pasien yang terjangkit Covid-19.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, mendorong Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam dan puskesmas supaya lebih masif lagi dalam melakukan tracing kepada masyarakat.


”Pergerakannya harus lebih masif agar tracing itu berjalan. Tidak usah banyak-banyak, 10 orang saja dari pertemuan terakhir ke belakang. Karena kami mungkin tak bisa maksimal, dengan alasan anggaran dan sebagainya,” kata Tumbur, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia melanjutkan, sebagian besar dari pasien yang terjangkit Covid-19 saat ini hanya dilakukan penanganan isolasi mandiri.

Saat isolasi mandiri itu, pasien banyak merasa hanya dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik.

Sehingga, ia menyarankan ada call center yang bisa dihubungi setelah ditemukan pasien terjangkit Covid-19.

”Saya pikir harus ada call center yang bisa dihubungi dan disosialisasikan ke masyarakat. Call center yang bisa semua orang mengetahui, bahwa adanya call center yang menangani masalah isolasi mandiri dan call center untuk penelusuran kontak dekat,”
bebernya.

Ia menambahkan, untuk penanganan pasien yang mengalami gejala Covid-19 saat ini juga sangat lama.

Dibutuhkan beberapa hari baru bisa ditangani oleh petugas
puskesmas. Sehingga pasien yang mengalami gejala Covid-19 bisa menularkannya kepada orang sekitarnya.

”Itu yang tak ada. Suatu sistem yang dibangun untuk masyarakat, agar bisa langsung cepat ditangani. Masyarakat
juga merasa dilindungi dengan ada call center itu,” katanya.

“Walaupun isolasi mandiri di rumah, harusnya dihubungi, diberikan arahan dan sebagainya. Tapi itu tidak didapatkan, jadi kita itu selalu dibuat menunggu,” ujarnya lagi.(jpg)