batampos.co.id – Tahanan Polsek Lubukbaja, CW, ditemukan tewas di dalam sel, Selasa (21/7) siang.

Pria 52 tahun yang tersandung kasus penipuan dan penggelapan
ini diduga tewas karena sakit yang dideritanya.

Kapolsek Lubukbaja, AKP Satria Nanda, mengatakan, sebelum tewas, CW dilaporkan tahanan lain dalam kondisi kejang-kejang.


Kemudian, tersangka dievakuasi ke RS Elisabeth.

“Saat sampai di IGD RS Elisabeth keadaan tahanan sudah asistol
atau denyut nadi tahanan sudah tidak ada, dan pupil mata sudah
melebar. Kemudian dilakukan pemeriksaan tidak terdapat luka
luka,” kata Satria, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Satria menjelaskan, usai dinyatakan tewas di RS Elisabeth, CW dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil PCR, tahanan tersebut dinyatakan reaktif.

“Dari keterangan anak kandungnya, tahanan CW memang menderita sakit jantung dan sedang mengkonsumsi obat jantung, hipertensi dan diabetes,” katanya.

Satria menambahkan, dalam kejadian ini, ia juga mengidentifikasi atau melakukan pemeriksaan di dalam sel. Hasilnya, tidak ditemukan kecurigaan.

“Kami juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap tahanan apabila ada keluhan sakit. Pada saat itu tahanan CW mengatakan masih sehat dan masih dapat melakukan aktivitas walaupun mengkonsumsi obat atas penyakit yang dideritanya,” ungkapnya.

CW merupakan tahanan kasus penipuan dan penggelapan yang
mengakibatkan kerugian Rp 1,5 miliar dengan modus menukarkan uang ke money changer.

Ia ditangkap pada 29 Mei dan sudah menjalani hukuman selama 52 hari.

“Saat ini jenazah CW masih berada di RS Bhayangkara. Masih menunggu keluarga apakah akan dikremasi atau dikuburkan,” tutupnya.(jpg)