batampos.co.id – Selain tracing berupa antigen massal hingga ke tingkat kelurahan, langkah pencegahan lainnya yang segera diambil Pemko Batam adalah memusatkan perawatan pasien yang isoman di tempat yang mudah dikontrol, tidak lagi di rumah masing-masing.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, saat ini tengah memetakan dan mendata pasien isoman. Jumlahnya ternyata cukup besar, ada 2.500 pasien dari 3.135 kasus aktif.

”Kami data dulu, mana yang pekerja dan masyarakat biasa. Karena untuk yang pekerja nanti akan diserahkan kepada perusahaan masing-masing. Tadi hadir dalam rapat perwakilan dari perusahaan, mereka akan mengakomodir pekerja yang menjalani isoman saat ini,” kata dia, kemarin.


Sementara untuk masyarakat biasa, akan dibawa ke rumah susun (rusun) yang saat ini tengah disiapkan oleh Pemko dan BP Batam. ”Sesuai dengan arahan pimpinan, untuk mengkarantina pasien isoman ini dibutuhkan 3-4 rusun, dan itu tengah disiapkan, termasuk Asrama Haji,” sebutnya.

Yusfa menambahkan, semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemko Batam dilibatkan semua untuk menyiapkan tempat karantina bagi pasien isoman ini. Sebab, jumlahnya kurang lebih 2.500 pasien, sehingga butuh tenaga banyak untuk mempersiapkan tempat isolasinya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, tujuan dari mengambil atau memindahkan mereka yang tengah isoman dari rumah masing-masing ke tempat karantina terpusat, untuk melindungi keluarga mereka dari paparan Covid-19 dan varian barunya. Dengan pemisahan pasien isoman ini, penyebaran dapat dikendalikan.

”Jadi, kami akan asingkan dulu mereka ini dari keluarganya. Tujuannya baik, agar tidak menjadi carrier bagi keluarganya yang ada di rumah. Dalam waktu dekat ini akan segera kami laksanakan. Pak Yusfa nanti yang mengatur semua ini. Kami berharap dengan langkah yang diambil ini, bisa membuat kasus turun dan memutus mata rantai penyebaran,” ujarnya.

Lalu bagaimana biaya makan pasien selama masa karantina? Rudi mengatakan, hal itulah yang masih menjadi persolan. Namun, Pemko Batam tengah mencari jalan keluar, agar akomodasi mereka dapat dipenuhi selama menjalani isoman.

”Ini lagi kami upayakan. Uang dari mana lagi yang harus kami ambil agar bisa menutupi kebutuhan pasien isoman yang dikarantina terpusat ini,” tuturnya.(*/jpg)