batampos.co.id – Rencana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan bantuan Rp 1,2 juta untuk pelaku usaha super mikro, seperti pedagang kaki lima (PKL) dan penjual makanan, menuai banyak pujian.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, kebijakan yang akan menyentuh 1 juta pelaku usaha mikro kecil tersebut dinilai bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. ”Secara retorik, ini pertanda keberpihakan kepada masyarakat kecil,” ujar Adib Miftahul dalam keterangannya, Jumat (23/7).

Menurut dia, kebijakan dalam pemberian bantuan kepada pelaku usaha super mikro akan membuat penanganan pandemi semakin efektif. ”Ketika pengetatan dilakukan, (bantuan) kepada masyarakat kecil, apalagi mereka yang terkena dampak, akan membuat penanganan semakin efektif. Ini demi segera mengatasi pandemi,” tutur Adib Miftahul.

Adib menyebut, bantuan bagi pelaku usaha super mikro merupakan solusi efektif. Hal itu mengingat pelaku usaha super mikro menjadi prioritas selain masyarakat tidak mampu.

”Mereka yang paling terkena dampak terparah. Karena itu, bantuan tersebut menjadi solusi efektif dan tepat,” kata Adib Miftahul.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah berencana memberikan insentif kepada pengusaha warung Tegal (warteg), PKL dan warung dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.(jpg)