batampos.co.id – Pengelolah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang masih menerima belasan hingga 20 jenazah korban Covid-19 setiap hari. Baik itu permakaman muslim yang dikelola Yayasan Khairul Ummah, maupun pengelolah pemakaman Kristen dan umat Buddha, masing-masing di atas 10 jenazah setiap hari.

”Terlampau banyak. Masih di atas sepuluh orang. Rabu (21/7) lalu saja ada 15 jenazah korban Covid-19 yang kita makamkan. Sedangkan jenazah umum ada delapan orang,” ujar sekretaris Yayasan Khairul Ummah, Zailani, Kamis (22/7).

Tingginya angka kematian ini diharapkan jadi atensi seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama patuh dan peduli dengan berbagai kebijakan pemerintah, demi menekan lajunya penyebaran Covid-19 di Batam dan Kepri pada umumnya.

Wadir Pelayanan Medik RSUD Embung Fatimah, Sri Rupiati, juga menuturkan hal yang sama. Pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD masih terlampau banyak sehingga perlu perhatian semua pihak untuk sama-sama menekan laju penyebaran Covid-19 ini.

”Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV yang sedang berjalan juga harus dimaklumi demi menekan lajunya penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam juga mencatat tingkat kasus aktif di Batam sebesar 14,9 persen atau 3.082 orang pada Kamis (22/7). Angka tersebut memang sedikit menurun 53 orang dibandingkan pada Rabu (21/7) lalu. ”Tapi kasus aktif 3.082 orang masih cukup tinggi,” ujar Didi.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam juga mencatat, dari 3.082 kasus aktif, ada 2.269 orang yang menjalani isoman di rumah masing-masing yang tak lama lagi akan ditempatkan terpusat di tempat isolasi empat rumah susun dan tempat-tempat lain yang sudah disiapkan Pemko dan BP Batam. Sisanya, 628 dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 dan 185 lainnya di Asrama Haji.(*/jpg)