Kamis, 16 April 2026

Pasien Isoman akan Segera Dipindahkan ke Tempat Karantina

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam tengah menghitung biaya dan kebutuhan tenaga medis yang akan ditugaskan untuk mengawasi pasien isoman di rumah masing-masing yang akan segera dipindahkan ke tempat karantina terpusat dalam waktu dekat ini.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, mengatakan, ia baru mendapatkan data dari masing-masing kecamatan yang ada di Batam. Pihaknya juga masih menunggu keputusan HKI terkait tempat isolasi yang akan digunakan pekerja yang saat ini menjalani isoman.

”Tentu semuanya harus kami pikirkan, tidak mungkin orang dipindahkan dari rumahnya ke tempat isolasi tidak dikasih makan dan lainnya. Seperti tenaga medis berapa yang dibutuhkan, tempat laundry sprei nanti di mana, kebutuhan tukang bersih-bersih berapa, petugas sampah seperti apa nanti. Ini yang lagi kami susun dan rapatkan bersama,” bebernya, kemarin.

Setelah semua selesai dihitung, proses pemindahan pasien isoman ke tempat karantina baru bisa dilaksanakan. Yusfa menyebut, jumlah pasien isoman yang mencapai ribuan membutuhkan proses tidak mudah. Tim di lapangan juga harus memastikan masa isoman pasien di rumah.

”Intinya ke depan kami mau semua yang isoman ini terpusat, tidak boleh berada di rumah lagi. Dan kami harus memastikan selama isolasi di tempat yang kami sediakan tidak ada kendala nantinya, termasuk soal konsumsi mereka,” jelasnya.

Ia berharap dalam waktu dua hari ini bisa selesai, dan proses evakuasi pasien isoman bisa segera dilaksanakan. Rusun yang saat ini masih digunakan PMI akan digunakan untuk pasien yang sebelumnya isoman di rumah masing-masing. Jika memang masih kurang, nanti akan ditambah sesuai dengan kebutuhan.

”Sementara menunggu kesiapan tersebut, pasien isoman lainnya tetap dibawa ke Asrama Haji. Saat ini masih ada kapasitas 100-200 orang untuk diisi. Jadi, kami tetap lakukan evakuasi pasien tanpa gejala ini ke Asrama Haji, guna menekan penyebaran di lingkungan keluarga pasien,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan pelayanan dengan menugaskan tenaga medis yang saat ini berada di hinterland untuk membantu penanganan pasien Covid-19.

”Di hinterland menurut saya tidak terlalu sibuk. Jadi kalau bisa tenaga medis sebagian ditarik ke kota untuk membantu penanganan pasien. Kebutuhan tenaga medis masih sangat banyak, karena angka kasus juga terus naik. Untuk itu, perlu langkah seperti ini,” ujarnya.(*/jpg)

Update