batampos.co.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Batam tak seketat aturan sebelumnya. Kini, penyekatan di ruas jalan ditiadakan.

Pantauan Batam Pos, penyekatan di jalan sudah dibuka. Selain itu, tak terlihat satupun petugas di jalan atau yang melakukan pemeriksaan.

”Dari kemarin (Rabu) sudah tidak ada lagi penyekatan. Petugaspun tidak ada,” ujar Rahmat, warga Sekupang.

Pemotor tersebut menjelaskan, biasanya penyekatan dilakukan petugas di kawasan Tiban Centre. Kemudian di Simpang Baloi dan di Jalan Imam Bonjol.

”Kalau dari Sekupang ke Nagoya ada tiga penyekatan. Di situ diminta sertifikat vaksin,” ungkapnya.

Menurut dia, diberlakukannya penyekatan di ruas jalan tersebut tidak efektif. Sebab, hanya menimbulkan kemacetan. ”Kadang petugas hanya duduk-duduk saja. Jadi jalan ditutup hanya menimbulkan kemacetan,” katanya.

Hal senada disampaikan Tomi, pengendara lainnya. Ia mengaku kondisi tersebut membuat akses jalan menjadi lancar. ”Kalau ditutup hanya membuat pusing saja. Tidak ada gunanya juga,” katanya.

Di Tiban Center, titik penyekatan hanya di pertigaan menuju ke Tiban Indah. Sedangkan posko penyekatan di jalan keluar Tiban McDermot sudah tidak ada lagi. Kawasan Batam Center juga tidak banyak lagi. Kondisinya hampir sama dengan di kawasan Tiban Center.

Beberapa pedagang yang berjualan di kawasan Tiban Center, mengaku sudah jarang melihat kendaraan petugas Satpol PP, kepolisian menyambangi mereka untuk mengimbau segera menutup kedai atau lapaknya.

”Sudah jarang lagi pak, hampir tak pernah sama sekali datang,” kata Putra, pedagang kaki lima di Tiban.

Walaupun dari Satpol PP tidak lagi datang ke Tiban, ia mengaku tetap menutup dagangannya lebih awal. ”Biasanya tutup jam 11 malam, saya sekarang hanya buka hingga pukul 8 malam lewat,” ucapnya.

Ia berharap tidak ada lagi razia, sehingga pedagang dapat berdagang dengan nyaman. ”Kadang takut lah pak,” tuturnya.

Pedagang di kawasan Tiban Center, mematuhi imbauan pemerintah. Beberapa tempat makan, tidak menyediakan untuk makan di tempat. Namun, masyarakat dapat memesan dagangannya. Walaupun begitu, masih terlihat juga masyarakat yang tidak menggunakan masker. Ada juga yang memakai masker, tapi diletakkan di kepala atau dagunya. (*/jpg)