Selasa, 3 Maret 2026

Ini Janji Wakil Gubernur Kepri untuk Siswa yang Tak Tertampung

Berita Terkait

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berjanji akan mencarikan solusi untuk siswa yang tak tertampung di SMA maupun SMK negeri.

Solusinya diharapkan sudah bisa diberikan kepada orangtua minggu depan.

”Hari Senin saya akan ketemu dengan bapak Kepala Dinas
Pendidikan, bagaimana solusinya,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Ia menjelaskan, ada beberapa daerah yang sudah selesai dan terkait SMAN 3 Batam yang beberapa waktu lalu ada protes dari orangtua siswa yang tak tertampung, pihaknya masih dalam proses mencari solusinya.

Sebab, jumlah siswa yang tak tertampung di sekolah tersebut cukup banyak, sementara ketersediaan ruang kelas juga tidak mencukupi.

Ilustrasi. Para wali murid menunggu di depan pintu masuk SMA Negeri 3 Kota Batam. Mereka menunggu kedatangan panitia PPDB SMA Negeri 3 untuk mencari solusi bagi anak-anaknya. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

”Mungkin ada SMA yang kekurangan anak didik, kekurangan di situ akan kami titipkan anak yang tak tertampung ini. Jadi, tetap dia SMA 3, tapi kami titipkan. Tapi ini wacana kami, hari Senin saya akan ketemu dengan Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan itu,” ujarnya.

Kepada orangtua siswa yang tak tertampung diminta bersabar. Ia meyakini, Pemprov Kepri akan segera mencarikan solusi yang terbaik untuk siswa yang tak tertampung.

Sebab, wajib pendidikan selama 12 tahun menjadi tanggung jawab pemerintah.

”Mungkin yang mereka harapkan sekolah di situ namun di sisi lain masih banyak sekolah yang kekurangan murid. Namanya anak-anak mungkin kepengen sekolah di situ karena ada temannya. Tapi yakin dan percayalah, dalam waktu dekat ini akan terselesaikan,” imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Mochamat Mustofa, mendesak Pemprov Kepri segera mencari solusi bagi siswa yang tak tertampung.

Ia menegaskan, negara wajib memberikan hak pendidikan selama 12 tahun kepada seluruh masyarakat.

Sebab, saat ini wajib belajar selama 12 tahun bukan lagi 9 tahun.

”Kemudian bagi yang tak tertampung di SMA negeri maka wajib dicarikan solusinya. Ini tugas negara melalui pemerintah provinsi untuk mencarikan solusinya,” tegasnya.

Sebelumnya, puluhan orangtua siswa yang tidak diterima di SMAN 3 Batam mendatangi kantor Wali Kota Batam, guna mengadukan nasib anak mereka yang tidak diterima saat PPDB dibuka awal Juli
lalu.

”Anak saya tidak diterima di SMAN 3. Padahal jaraknya cuman 400 meter dari sekolah,” kata Asnah saat berada di depan Kantor Wali Kota Batam,” Selasa (7/7/2021).

Ia mengaku tempat tinggalnya merupakan zonasi di SMAN 3 Batam, hasil PPDB juga ditolak di SMAN 20 yang berlokasi di Legenda Malaka.

”Malah keterimanya di SMAN 21 Nongsa,” sebutnya.

Ia berharap anaknya bisa diterima di SMAN 3 Batam karena dekat dari rumah.

Menurutnya di Nongsa kejauhan dan itu memakan biaya lagi. Selain itu keselamatan anak dari rumah menuju ke sekolah juga harus diperhatikan.

”Tinggal nyebrang sampai di sekolah, tapi tidak lolos pula, bahkan yang di Legenda juga tidak diterima,” ujarnya.(jpg)

Update