batampos.co.id – Setelah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam bersuara soal tak semua pengusaha setuju jika isolasi mandiri (isoman) terpusat karyawan positif Covid-19 dibiayai perusahaan masing-masing, kini giliran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri angkat bicara.

Kadin tegas menolak jika biaya isolasi karyawan di tempat terpusat yang disediakanPemko Batam dibebankan ke pengusaha.

”Saat ini banyak pengusaha di Batam berjuang keras agar tetap bisa survive di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19. Jadi jangan tambah beban mereka,” ujar ketua Kadin Kepri, Ahmad Ma’ruf Maulana, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Jumat (23/7/2021).

Menurut Ma’ruf, saat kondisi ekonomi sedang lesu seperti saat ini, semestinya pusat maupun pemda memikirkan bagaimana agar dunia usaha tetap survive.

Caranya, memberikan beragam relaksasi atau insentif, bukan malah menambah beban mereka.

”Jujur saja, banyak perusahaan terdampak Covid-19. Produktivitas mereka menjadi terganggu,” sebutnya.

Bahkan Ma’ruf mengklaim, selama pandemi Covid-19, pengusaha yang ada di Batam tidak mendapat sejumlah relaksasi pajak dari Pemko atau BP Batam.

”Misalnya, pajak-pajak seperti PPJU, pajak hotel, dan restoran tidak ada itu relaksasi. Setahu saya tetap saja dipungut full,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini banyak pengusaha berusaha keras agar jangan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah masa sulit ini.

”Kasihan juga karyawan. Jadi, jangan lagi pemerintah daerah memberikan beban yang semakin berat untuk pengusaha. Tetapi harus mendukung agar pengusaha bisa survive dan tetap berjalan untuk meningkatkan perekonomian,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selama ini, kalangan pengusaha juga sudah membantu karyawan selama pandemi berlangsung.

Ia mencontohkan, beberapa karyawan di sebuah perusahaan yang terpapar Covid-19 terpaksa dirumahkan.

”Kami tidak melakukan pemotongan gaji meski dirumahkan. Itu menurut saya sudah sangat membantu. Padahal sudah dipastikan produktivitas akan terimbas gara-gara hal tersebut,” ungkapnya.

Kendati begitu, Kadin tidak serta-merta melarang jika ada perusahaan yang sanggup membiayai karyawannya yang semula isoman lalu dipusatkan di tempat yang disediakan Pemko dengan bersedia menanggung seluruh biayanya.

”Kalau memang ada yang sanggup melakukan seperti itu, ya silakan saja. Tapi ingat, kalau nanti dilakukan tes antigen massal dan terjadi peningkatan yang signifikan, apakah perusahaan sanggup? Saya pikir tidak akan sanggup,” katanya.

Ketua DPD I Golkar Kepri tersebut juga mengatakan, Pemko dan BP Batam memiliki anggaran yang cukup besar untuk penanggulangan Covid-19 ini.

Apalagi pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau terkait refocusing anggaran 2021.

Pemda bisa mengubah peruntukan anggaran tanpa harus meminta persetujuan DPRD.

Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho, juga membenarkan hal ini.

Pemko Batam bisa melakukan perubahan peruntukan anggaran untuk mengatasi persoalan Covid ini.

Termasuk membantu warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV atau pun yang terdampak Covid-19.

Selain dana bantuan pusat dan APBD 2021 melalui refocusing, juga bisa menggunakan Silpa tahun 2020 lalu. Dimana, Silpa 2020 lalu mencapai Rp 270 miliar.

Politisi PDIP tersebut juga meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, agar lebih sensitif dengan kondisi masyarakat saat pemberlakuan PPKM.

”Sekarang kondisi lebih parah, tapi tidak ada bantuan sembako untuk warga. Jadi, wako harus menepis kesan itu dengan kebijakannya,” tegasnya.

Menurut Tumbur, tahun lalu distribusi sembako dilakukan beberapa kali yang waktunya bertepatan menjelang pilkada.

Bahkan, pembagian sembako ada dari Pemprov Kepri dan BP Batam. Padahal jika dibandingkan tahun lalu, saat inilah yang paling parah kondisi perekonomian di Batam.

”Pemerintah kota harus lebih sensitif melihat kondisi masyarakat saat ini. Dimana kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat saat ini lebih ketat. Dulu tidak sampai seperti sekarang pembatasan,” ucapnya.

Sementara itu, Pemko Batam bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) bertemu membahas mengenai biaya isoman karyawan yang ditanggung perusahaan, Jumat (23/7/2021) sore.

Ketua HKI Kepri, OK Simatupang, mengatakan, ada sejumlah keputusan yang diperoleh setelah rapat itu.

Pertama, mendukung isoman secara terpusat. Kedua, disarankan kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, untuk penggunaan hotel khusus isoman.

”Biaya ditanggung perusahaan masing-masing untuk isoman tersebut,” kata OK, usai pertemuan.

Ketiga, diberikan waktu bagi PHRI Batam dan HKI untuk rapat bersama demi merumuskan keputusan yang matang.

”Kami mendukung isolasi mandiri terpusat, pisahkan yang sakit dari yang sehat melalui kerja sama dengan pihak hotel. Tapi, tentu saja di masa pandemi ini, kami harap bisa dikasih harga yang wajar, karena ini juga berarti membantu hotel yang saat ini sangat terdampak dari pandemi,” jelasnya.

Selain itu, HKI Kepri juga meminta agar hotel selalu diawasi oleh Tim Satgas Covid-19, agar menjamin berjalannya isoman karyawan perusahaan industri dengan lancar.

”Isoman di dormitori ini sebenarnya khusus bagi yang menunggu
hasil swab saja,” ujarnya.

Ketua PHRI Batam, Muhammad Mansur, mengatakan, pihaknya belum mengetahui dengan detail hasil rapat tersebut.

Pasalnya, rapat tersebut hanya antara pengelola kawasan industri dan Pemko Batam.

”Saya mau lihat dulu saat rapat besok (hari ini, red). Bagi kami harus jelas dulu regulasinya, baik mengenai tanggungan biaya dan apakah ada garansi boleh terima tamu lain atau tidak,” ungkapnya singkat.

Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, akan membahas lebih lanjut terkait kesiapan pemindahan pasien Isoman khusus untuk pekerja.

”Saya rasa ada kesalahpahaman. Kemarin yang kami undang rapat itu HKI karena rencananya pekerja yang isoman di dormitori akan ditarik. Dalam rapat disampaikan pekerja yang isoman ini tetap bekerja, tetap produktif. Tujuan dari memindahkan mereka ke dormitori untuk mencegah pekerja dari paparan virus maupun menyebarkan virus,” kata dia saat dijumpai di Kantor Wali Kota
Batam, kemarin.

Terkait pembiayaan pekerja yang di dormitori, pemerintah menilai pihak perusahaan sanggup.

Karena dalam rapat disampaikan bahwa untuk pekerja, HKI siap mengawasi dan menyelesaikan persoalan pekerja ini.

Sebab, mereka tetap bekerja dan aktif di perusahaan dengan aturan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

”Kemarin menyanggupi, jadi kami berpendapat semua yang berhubungan dengan kebutuhan isoman yang tidak saja menyangkut soal tempat bisa diselesaikan. Termasuk soal
lainnya,” ujarnya.

Namun begitu, adanya anggapan Apindo belum diajak berbicara untuk membahas hal ini, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengundang dan membahasnya, agar tidak ada kendala di lapangan.

Saat ini terdapat 2.500 lebih pasien isoman yang harus diambil atau dievakuasi dari rumah ke rusun.

”Data sedang kami belah. Mana yang pekerja atau masyarakat biasa. Sehingga lebih cepat evakuasi lebih cepat dalam menekan angka penyebaran,” tuturnya.

Yusfa mengatakan, terkait pembiayaan pasien OTG (orang tanpa gejala) yang tengah isoman masih dalam tahap pembahasan.Sementara untuk pasien OTG tidak bisa diklaim ke pusat dan menjadi tanggungan pemerintah daerah.

”Masih dalam pembahasan semua. Kami tak mau asal angkut aja, karena tempat dan akomodasi di tempat terpusat belum diselesaikan,” ucapnya.

Secara keseluruhan, penanganan Covid-19 harus dilaksanakan gotong-royong dan melibatkan semua pihak.

Saat ini keuangan pemda tidak sanggup sepenuhnya menanggung pengeluaran dalam penanganan Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, di saat meningkatnya pasien isoman, membuat tingkat kepedulian masyarakat sekitar tempat tinggal pasien mengalami peningkatan.

Di beberapa perumahan, bahkan tetangga berperan penting dalam pemulihan pasien isoman.

”Selama isoman, keluarga mendapatkan makanan, vitamin, bahkan obat-obatan dari tetangga mereka. Ini sudah sangat meringankan beban pasien isoman. Karena kami mengerti pasien isoman ini pasti mengalami pengeluaran yang lebih. Karena itu saya sangat berterima kasih atas perhatian tetangga ini,” ujarnya.(jpg)