batampos.co.id – Menghadapi swab antigen massal yang berpotensi tinggi jumlah yang positif dan tentunya harus dilanjutkan swab PCR, maka selain BTKLPP, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji juga bersiap menadapat limpahan sampel swab untuk uji PCR.

Salah satu wujud kesiapannya, menambah empat unit mesin PCR untuk kelancaran proses pemeriksaan sampel Covid-19 yang masuk.

Empat unit mesin ini sudah tiba dan saat ini dalam proses penyetelan (setting) dan pelatihan petugas yang akan mengoperasikannya.

Masing-masing mesin ini nantinya mampu memeriksa 12 sampel sekaligus dengan waktu pemeriksaan satu setengah hingga dua jam.

Empat mesin ini berbeda dengan satu mesin PCR terdahulu. Meskipun sekali running jumlah sampel yang dimasukan lebih sedikit namun hasilnyalebih cepat diketahui.

”Kalau yang lama itu sekali jalan 90 sampel tapi waktunya bisa lima jam. Yang baru ini
maksimal hanya dua jam, hanya untuk hasil positif atau negatif. Kalau yang lama itu
sampai ke nilai CT Scan ya,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Sri Rupiati.

Empat alat PCR baru ini nantinya akan memaksimalkan proses pemeriksaan sampel di
RSUD. Seperti diketahui RSUD selama ini melakukan pemeriksaan lab sampel Covid-19 sendiri.

Dalam sehari rumah sakit ini menerima 90 sampai 100 sampel.

”Biar lebih maksimal lagi. Ini rumah sakit pemerintah jadi harus betul-betul maksimal (dalam pelayanan medis),” ujar Sri.

Selain memiliki mesin PCR sendiri, rumah sakit yang dikepalai oleh Ani Dewiyana ini juga memiliki alat produksi oksigen sendiri untuk kebutuhan interen rumah sakit.

Tidak itu saja, rumah sakit ini juga berencana menambah dua ruangan perawatan pasien Covid-19 yakni ruang Anggrek dan Mawar.

Penambahan ruangan ini untuk memenuhi kuota penanganan pasien Covid-19 sebanyak 73 persen dari seluruh jumlah tempat tidur yang ada.

Ini untuk memberikan pelayanan lebih maksimal. Dua ruangan ini semulanya adalah
ruangan rawat inap.(jpg)