batampos.co.id – Stok vaksin Covid-19 di Kepri, khususnya di Kota Batam, saat ini menipis.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Provinsi Kepri sudah meminta tambahan vaksin ke pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ia sudah menghubungi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

”Ini kita lagi usahakan ke pemerintah pusat. Saya setiap hari WA (WhatsApp) Pak Menko Prekonomian dan Pak Mentri Kesehatan untuk meminta tambahan,” kata Ansar, Jumat (23/7/2021).

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada para pekerja di Kota Batam, Sabtu (12/6/2021) di Plaza Batamindo, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Ia melanjutkan, dari komunikasi yang dilakukannya itu, dalam dua hari ke depan Kepri akan mendapatkan tambahan dosis vaksin dari pemerintah pusat.

Namun vaksin itu jumlahnya juga terbtas hanya dikirim sebanyak 6.000 hingga 9.000 vial.

”Sementara kebutuhan kita tinggi. Harusnya bisa dikirim 30 ribu untuk 300 ribu orang. Karena yang sekarang kita kejar itu dosis kedua. Jangan sampai melewati batas terlalu jauh, nanti imunitasnya menurun,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, Mochammad Bisri, menyampaikan, dalam minggu ini Kepri hanya mendapatkan 1.400 vial vaksin jenis Sinovac.

Sementara kebutuhan vaksin Covid-19 di Kepri sebanyak 60 ribu vial.

”Itu untuk semua, Batam, Bintan, Tanjungpinang yang dibagi sedikit-sedikit. Batam dibagi sekitar 1.000-an untuk dosis pertama dan kedua, mana jadwalnya yang sudah dekat. Minggu ini baru 1.420, katanya minggu depan dapat lagi 6.700 vial. Itu AstraZeneca,” katanya.(jpg)