batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bertekad mempercepat swab antigen massal, guna mencegah penularan meluas. Namun, ia mengaku ada kendala, yakni ketersedian alat untuk mendukung terlaksananya rencana tersebut. Untuk itu, pihaknya sudah menyurati pemerintah pusat agar membantu pengadaan alat.

”Kalau alat ada, tidak ada kendala untuk tes antigen massal seperti arahan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, untuk meningkatkan test, tracing, dan treatment, guna penanganan Covid-19,” kata Rudi usai menghadiri vaksinasi di Vihara Duta Maitreya, kemarin.

Rudi menargetkan sepertiga dari warga di masing-masing kelurahan bisa ikut menjalani tes antigen ini. Sasaran target ini sudah disusun dan dihitung dan diharapkan bisa terwujud. Ia berharap, tiga hari ke depan, rencana swab antigen massal ini sudah bisa terlaksana. Sehingga penanganan dan pengendalian virus ini bisa cepat dilaksanakan. Tim akan menyasar warga yang akan menjalani tes antigen.

”Kalau data target mencapai 800 ribu di 64 kelurahan, artinya kami butuh minimal 300 ribu alat untuk mendukung pelaksanaan antigen massal tersebut,” sebutnya.

Rudi menegaskan, tim yang sudah disusun akan berkonsentrasi di dua kecamatan yakni Batam Kota dan Sekupang. ”Kelurahan di dua kecamatan ini akan menjadi prioritas karena pertumbuhan pasien positif Covid-19 cukup pesat. Nanti kalau alat sudah ready semua, swab antigen ini akan menyusul ke kelurahan di kecamatan lain,” ujarnya.

Mengenai teknis pelaksanaan, tenaga kesehatan (nakes) yang ditugaskan akan langsung turun di titik sasaran. Rudi akan memanfaatkan titik atau posko penyekatan yang telah ada sebelumnya.

”Kalau tidak, kita langsung datang ke tempat warga di kelurahan itu. Intinya harus dilakukan bersamaan dan jangan sampai terputus. Agar kita bisa langsung mendeteksi sudah seberapa besar penyebaran di titik sasaran tersebut,” ujarnya.

Rudi juga memastikan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah daerah. Sementara bagi keluarga yang ditinggal selama karantina berlangsung, juga akan diberikan sembako yang merupakan sumbangan perusahaan, BUMN, dan lainnya.

”Apabila nanti diantigen (swab), kepala keluarga ternyata positif dan kita bawa ke rusun sebagai lokasi karantina, maka keluarga yang di rumah akan tetap kami bantu sembako. Karena saya sudah mendapat bantuan untuk sembako ini,” katanya.

Pihaknya bersama Bapelkes juga tengah melakukan pelatihan bagi sekitar 100 tenaga bidan untuk mendukung pelaksanaan swab antigen massal. Rudi juga menegaskan bahwa kesiapan nakes dianggap perlu untuk segera direalisasikan, mengingat pelaksanaan antigen massal wajib dilakukan secara bersamaan dalam hari yang sudah ditentukan.

Untuk memenuhi kebutuhan nakes, pihaknya telah meminta sejumlah rumah sakit swasta di Batam untuk mengirimkan perwakilan, selain meminta bantuan dari nakes TNI-Polri.(*/jpg)