batampos.co.id – Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan tingkat Keterpakaian Tempat Tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Provinsi Kepri terus menunjuk grafik yang menurun. Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi angka tersebut adalah kesembuhan pasien Covid-19 yang menunjukan peningkatan belakangan ini.

“Jika kita hitung harian, maka tingkat keperpakaian tempat tidur di Provinsi Kepri rata-rata 73,24 persen per 24 Juli 2021. Bahkan angka di rumah sakit di kabupaten/kota di bawah 80 persen,” ujar Tjetejp Yudiana, Minggu (25/7) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, pada 24 Juli 2021 total konfirmasi positif Covid-19 se-Provinsi Kepri adalah 40.809 orang dengan adanya penambahan 692 kasus yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Adapun kasus aktif yang pada hari yang sama sebanyak 6.810. Sedangkan kasus yang dinyatakan sembuh bertambahan 658 kasus, sehingga merevisi jumlah pasien sembuh menjadi 33.010.

“Sementara itu kasus kematian pada hari yang sama bertambah 15 kasus. Sehingga merubah angka kematian disebabkan Covid-19 menjadi 989 orang,” jelas Tjetjep Yudiana.

Sementara itu, Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin mengatakan, ketertarikan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri terus menunjukan grafik yang menanjak belakangan ini.

Namun hal itu tidak didukung dengan pelayanan yang prima dari Satgas Penanganan Covid-19. Karena masih terjadi kegaduhan-kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

“Kami mendorong Pemprov Kepri supaya membuka pos pengadaan terkait vaksinasi ada di mana, kemudian keluhan bagi masyarakat yang sudah divaksin. Namun sampai saat ini, masih terjadi kegaduhan, karena tidak jelasnya informasi tentang vaksinasi, kosongnya vaksin, dan persoalan lainnya dikeluhkan masyarakat,” ujar Wahyu Wahyudin, kemarin.(*/jpg)