batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, resmi mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 8 Agustus. Seharusnya, mulai hari ini, Senin (26/7), sudah dilakukan pelonggaran sehingga semua sektor sudah bisa beroperasi normal dengan tetap menerapkan protkes.

Namun, kasus makin tinggi sehingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kembali memperpanjang. Kondisi ini membuat pelaku usaha kuliner makin resah.

”Saya tidak mau menabrak aturan. Satu sisi pedagang dan pelaku usaha perlu makan dari usaha mereka, namun di sisi lain aturan harus ditegakkan. Jadi dengan sangat berat hati, PPKM level 4 ini harus ditambah waktunya dua minggu ke depan,” kata Rudi, usai memimpin rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kantor Wali Kota Batam, Minggu (25/7).

Rudi mengatakan, aturan pengetatan tetap sama dengan sebelumnya. Aturan mengatur jam operasional pedagang kaki lima, operasional pusat perbelanjaan, kegiatan di rumah ibadah, penyekatan di sejumlah titik, dan pengetatan lainnya tetap berlaku.

Ia mengungkapkan, perpanjangan PPKM ini sudah pasti berdampak terhadap perekonomian masyarakat Kota Batam. Menurutnya, selama dua pekan diberlakukan sudah ada gejolak yang muncul dari pedagang, pengelola tempat usaha, pasar, dan tempat tempat lainnya yang paling terdampak dari pemberlakuan PPKM.

”Saya mau ekonomi naik, tapi di satu sisi kami juga harus menegakkan aturan. Untuk itu, saya minta betul, kita semua mematuhi aturan, agar kondisi cepat pulih. Saya juga tidak bisa menutup mata melihat kondisi pelaku usaha yang saat ini masih berusaha bertahan di tengah kondisi yang sulit ini,” bebernya.

Pihaknya meminta kepada camat dan lurah untuk mengawasi pelaksanaan aturan ini di lapangan. Rudi meminta pedagang diatur protokol kesehatannya, seperti di Pasar Toss 3000. Begitu juga pedagang kaki lima yang saat ini diperbolehkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

”Saya minta pak camat pandai-pandai lah mengatur pedagang di wilayah kerja masing-masing. Karena ini demi kepentingan bersama. Pelaku usaha, pedagang makanan tetap diperbolehkan buka, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Rudi mengakui juga tidak ingin kondisi seperti saat ini berlangsung berlarut-larut. Ia berharap ini merupakan kali terakhir perpanjangan PPKM untuk Kota Batam.

Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk membatasi mobilisasi warga selama dua pekan ini. Kedati demikian, angka kasus belum mengalami penurunan siginifikan.

”Untuk itu, kalau semua kompak. Insya Allah virus ini bisa selesai. Masyarakat kembali bisa bebas beraktivitas, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi. Makanya dengan adanya perpanjangan ini diharapkan angka kasus bisa melandai. Saya juga kasihan dengan warga yang kesulitan saat ini. Banyak yang memilih menutup usaha mereka karena pemberlakuan PPKM ini,” ujarnya. (jpg)