Dari Food Blogger Bernard Huang Bangun Bisnis Digital Branding

Bernard Huang

Bermula dari keisengan membuat akun Instagram, Bernard Huang membaca peluang dari perkembangan teknologi dan industri digital branding dan marketing. Pengalamannya menjadi food blogger, jasa promosi, dan endorsement, membawanya menjadi Digital Branding Consultant.

Tahun 2012, Bernard Huang seorang karyawan biasa. Ia bekerja sebagai sales supervisor di perusahaan distributor minuman Yeos di Batam. Sehari-hari ia disibukkan dengan pekerjaan. Di sela-sela itu, seperti millenial lainnya, ia juga bermain Instagram. Di akunnya, Bernard kerap mengunggah kegiatannya sehari-hari.

Ia bercerita awalnya hanya iseng saja membuat Instagram. Pria kelahiran Palembang tahun 1988 ini, kemudian mulai serius ketika followernya bertambah. Tahun 2014, ia mengawali dengan menjadi food blogger. Memposting foto-foto makanan di Instagram.

Sejak itu ia mulai serius menjalankan bisnis sosial media marketing dan internet marketing. Jadi tidak hanya jadi food blogger, ia juga menerima jasa promosi produk dan endorsement. Bahkan menjadi bintang iklannya. Meski masih bersifat sampingan.

“Tahun 2014 Saya menjadi food blogger, dengan menggunakan akun Instagram @deliciousbatam. Sekarang ini sudah berjumlah kurang lebih 24.000 followers,” ujar dia.

Tak hanya itu, Bernard membuat akun instagram pribadi dengan nama akun @bernard_huangg yang sudah memiliki kurang lebih 115.000 followers. Pria bernama asli Bernard Wibowo inipun menjadi satu di antara top influencer di Batam. Sebagai influencer dan tentunya content creator, Bernard punya kiat tersendiri.

Menurutnya menjadi seorang content creator harus mampu mengimbangi dengan kehidupan pribadi. Seorang content creator menurut Bernard Huang juga mesti bisa membuka hati dan open minded.

“Buat yang mau jadi content creator peluangnya masih bagus. Tapi harus bisa manage sikap. Kalau sudah terkenal jangan lupa diri apalagi sampai tak tahu diri. Banyak yang seperti itu. Atau ada juga yang pede di medsos tapi begitu face to face malah gak pede,” paparnya.

“Harus ramah kepada semua orang karena kemungkinan orang banyak mengenal kita dari sosmed dan pasti menyapa kita saat berpapasan, walaupun kita tidak kenal sama mereka,” pesannya lagi.

Dengan kiat itu, Bernard bisa menambah relasi dan klien. Menjadi food blogger pun mengantarkannya menjadi konsultan bisnis digital marketing. Perubahan besar itu terjadi manakala pandemi muncul tahun 2020 silam. Ketika pandemi Covid-19 mulai, Bernard Huang mengatakan banyak rekan-rekannya yang meminta bantuan mempromosikan produk makanan mereka.

Bernard Huang saat di acara INDONESIA #makincakapdigital Batam,

Banyak rekan yang mempercayai Bernard lantaran melihat jumlah pengikutnya di Instagram yang cukup banyak. Namun itu tak lantas membuat Bernard merasa sudah menjadi selebgram dan berpuas hati. Ia ingin menaikkan levelnya dan berbagi ilmu. Besarnya potensi peluang industri digital dan teknologi, mendorongnya untuk membangun bisnis digital branding.

“Kalau sekedar mengendorse mungkin semua orang bisa lakukan. Tapi dengan jasa digital branding consultant, saya mencoba memberikan analisa produknya kepada si pemilik, bagaimana cara promosi terbaiknya supaya mereknya bisa dikenal dan diterima sama masyarakat. Jadi bukan sekedar berjualan yang patokannya omset,” tuturnya lagi.

Hal ini kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi ayah satu anak ini. Menurutnya masih banyak orang yang belum memahami arti digital branding. Sehingga mereka yang memakai jasa endorsementnya berharap sekali promosi akan memberikan efek langsung terhadap usaha.

“Banyak penjual yang berharap di endorsement sekali langsung laku. Kita tuh sering juga disindir. Padahal kalau pun dalam satu kali promosi belum laku, kita sudah mengenalkan brand produk kepada calon konsumen kan,” tuturnya.

Sebagai Digital Branding Consultant, Bernard bergerak pada jasa digital, media, dan internet marketing. Kegiatannya sebagai konsultan digital ini kerap dia bagikan di akun Instagram personalnya, @bernard_huangg. Kegiatan itu dilakukan disela-sela kesibukannya sebagai Sales Manager di perusahaan distributor minuman Yeos untuk area Kepri.

Menurut Bernard, digital marketing merupakan teknik yang ia gunakan memasarkan bisnis atau pun usaha yang diinginkan kliennya. Sebagai konsultan, Bernard pun tak pelit membagikan ilmunya. Bernard akan membantu klien seperti pelaku UMKM dan bisnis yang ingin mempromosikan produknya secara digital dengan benar dan meningkatkan omsetnya.

Ia juga membantu restoran-restoran dan UMKM di Kepri khususnya Batam dalam mengembangkan customer experience design, internet social media services, writing and sponsored articles, dan online promotion dengan harapan para penjual makanan atau produk lebih memahami mengenai pentingnya digital branding dan marketing.

“Kami berkomitmen memberikan dampak dan kontribusi yang positif bagi UMKM serta perkembangan dan kemajuan industri digital di Kepri,” kata pria yang juga aktif dan tergabung di kegiatan sosial, Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia sebagai relawan Covid-19 ini.

Bernard Huang sebagai narasumber dalam acara INDONESIA #makincakapdigital Batam.

Tidak hanya membantu mepromosikan produk klien, Bernard juga melakukan analisa terhadap penjualan klien. Apakah omsetnya bertambah atau tidak. Apa saja yang sudah dilakukan sehingga memengaruhi omset. “Saya melakukan analisa tiga bulan. Dan saya siap meladeni pertanyaan atau konsultasi kapan pun. Pagi, siang, malam, saya bisa dihubungi,” kata ayah satu anak ini.

Untuk promosi produk, endorsement, promote dan digital branding consultant, tak sedikit yang sudah menggunakan jasa Bernard Huang. Saat ini saja, ia memegang dua perusahaan. Karena itu, bagi perusahaan ataupun UMKM yang membutuhkan jasa digital branding consultant, Bernard membuka tangan.

“Misalnya punya toko jualan tas atau jual baju online, mereka bisa nyari aku untuk konsultasi. Gimana cara jualan supaya lekas dikenal sehingga bisa meningkatkan omset,” paparnya.

Kecakapan Bernard Huang dalam digital branding tidak hanya bisa dilihat dalam postingan di Instagram, ia pun mendapat kepercayaan dari pemerintah. Dalam acara INDONESIA #makincakapdigital Batam, yang diadakan pada 20 – 21 Mei 2021 di Best Western Panbil, Bernard salah satu narasumber.

Ia terpilih setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat se-Kota Batam. Pada acara ini, Bernard memaparkan tentang digital branding. Kegiatan peluncuran program Literasi Digital Nasional itu langsung diikuti oleh Presiden Joko Widodo secara online.(*/uma)