batampos.co.id – Kalangan pengusaha menyambut baik tawaran Pemerintah (Pemko) Batam yang mengusulkan Asrama Haji Batam dan rumah susun (rusun) milik Pemko dan BP Batam sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) terpusat bagi pekerja terpapar Covid-19 yang biayanya tidak ditanggung perusahaan.

”Ini tentu kita apresiasi. Karena tidak semua perusahaan mau dan mampu untuk membiayai karyawannya yang sedang isoman. Tapi tentunya tidak semua juga menolak, yang mampu ya silakan biayai karyawannya,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Senin (26/7).

Apindo Batam tetap akan mengimbau perusahaan-perusahaan di Batam tetap mendukung setiap program dan kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19.

”Karena dengan saling dukung antar-stakeholders di Batam, tentunya Covid-19 akan lebih mudah kita kendalikan. Kita juga memahami manfaat dari isoman terpusat tersebut. Kita yakin kebijakan Pak Rudi tersebut akan berhasil mempercepat tuntasnya pengendalian Covid-19 di Batam sehingga ekonomi kembali pulih,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, proses relokasi pasien isoman yang ada di rumah ke tempat isolasi sudah mulai dilakukan bertahap. ”Langsung dari masing-masing puskesmas di wilayah kerja, setiap hari sudah ada yang dibawa ke Asrama Haji, karena masih lowong di sana,” kata dia, kemarin.

Ia menjelaskan, mereka yang isoman di rumah dikelompokkan berdasarkan masa karantina di rumah. Menurutnya, masa isolasi selama 10 hari, setelah itu sudah dinyatakan negatif boleh beraktivitas kembali.

”Kami lihat masa isolasinya juga, kalau sudah lebih dari satu minggu di rumah, artinya tinggal beberapa hari lagi, jadi kami tak angkut. Kami prioritaskan yang baru menjalani isoman,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam ini mengungkapkan, saat ini tim kesehatan tengah menjalankan tes antigen massal. Mereka yang memiliki gejala ringan dan memperlihatkan hasil yang positif akan langsung dibawa ke Asrama Haji dan rusun yang sudah disiapkan.

”Kemungkinan ada banyak ini pasien yang akan ditempatkan di lokasi isolasi terpusat, karena hari ini (kemarin, red) sudah mulai antigen massal. Nanti mereka akan dirujuk berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis. Ada yang ke rumah sakit untuk bergejala berat, dan ringan di Asrama Haji dan rusun,” sebutnya.

Yusfa mengungkapkan, mereka yang hasil tesnya positif akan dibawa langsung. Hal ini guna pengendalian penyebaran yang lebih cepat. Sehingga tingkat paparan virus bisa ditekan. ”Mereka termasuk yang prioritas akan kami bawa ke lokasi isolasi terpusat,” sebutnya.

Rusun sudah siap untuk ditempati. Sebelumnya sudah ada PMI, namun jumlahnya sudah tidak banyak. Sehingga bisa digunakan untuk penempatan warga yang memiliki gejala Covid-19 dan hasil positif saat tes antigen massal.

”Kami langsung gerak. Karena sesuai arahan Pak Wali penanganan warga yang antigen massal ini masuk prioritas. Sebab angka kasus masih terus naik, sedangkan harapan kami semua kasus bisa landai dalam waktu dekat ini. Ini adalah upaya pengendalian penyebaran,” bebernya.

Sekitar 18 ribu alat tes antigen sudah disebar ke 21 puskesmas. Tim kesehatan langsung melaksanakan tes sesuai dengan kebijakan di masing-masing wilayah. (*/jpg)