batampos.co.id – Pemerintah mulai menggeber bantuan sosial (bansos) sebagai kompensasi perpanjangan PPKM. Salah satu bentuknya, pemberian subsidi gaji kepada para pekerja atau karyawan yang terdampak PPKM.

Para pekerja yang berhak mendapat ’’bonus’’ tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya, mereka harus terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek. Status terdaftar itu tercatat selambatnya pada 30 Juni. Persyaratan lainnya adalah besaran upah yang diterima setiap bulan maksimal Rp 3,5 juta.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, bantuan tersebut hanya diberikan kepada pekerja yang terdampak penerapan PPKM level 3 dan 4. Berapa besaran subsidi gaji itu? ”Uang Rp 500 ribu diberikan selama dua bulan sehingga per orang akan mendapatkan Rp 1 juta,” terang Airlangga. Dia menjelaskan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui BPJamsostek.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyambut baik subsidi upah tersebut. Namun, dengan catatan, kriteria penerima harus diperbaiki. Misalnya, terkait dengan aturan gaji di bawah Rp 3,5 juta.

Banyak daerah yang menerapkan PPKM level 4 yang memiliki upah minimum di atas Rp 3,5 juta. Belum lagi mereka yang digaji lebih, tetapi harus mengalami pemotongan karena dirumahkan akibat pandemi. Akibatnya, gaji yang diterima saat ini setara, bahkan lebih rendah daripada Rp 3,5 juta yang disyaratkan.

Karena itu, dia mendorong cakupan penerima bisa diperluas. ”Kami setuju subsidi gaji. Tapi, kriteria harus diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, dia mendorong pemerintah segera menyalurkan subsidi gaji tersebut. Mengingat, banyak pekerja yang sudah mengalami kesulitan saat PPKM darurat dan level 4. (jpg)