batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam kembali mendapatkan tambahan vaksin sebanyak 4.196 vial.

Tim kesehatan langsung bergerak untuk memberikan suntikan vaksin kepada warga yang sudah tertunda karena kekosongan beberapa waktu lalu.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, capaian vaksin di akhir Juli ini sudah berada di angka 59 persen.

Ia berharap dengan pelaksanaan vaksinasi di tujuh titik capaian bisa mencapai 60 persen.

”Vaksin diprioritaskan bagi mereka yang dosis dua. Karena molor dari jadwal yang ditentukan semula, sebab kemarin itu kan kosong. Makanya kami langsung gesa cepat, agar tidak terlalu jauh jarak penyuntikan dari jarak waktu yang sudah ditentukan
sebelumnya,” kata dia, Selasa (27/7/2021).

Tujuh titik pelaksanaan vaksin kemarin, yaitu; Perumahan Beverly Batam Center, Marcelia Batam Center, Grand Batam Mall, Yayasan Budha Tzu Chi, terakhir Kawasan INdustri Batamindo, yakni PT Epson, PT Tech, dan PT Excelitas.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan salah seorang warga yang hendak menjalani vaksinasi Covid-19. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

”Alhamdulillah berjalan dengan baik. Kami berharap vaksin yang ada saat ini segera digunakan, dan bisa datang lagi ketika stok mulai menipis. Persoalan di Batam adalah stok tak ada, kalau yang lain kami sanggup dan mampu,” ujarnya.

Plt Kepala Bidang Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, dr Solihin, mengatakan, untuk stok vaksin masih tersedia 177 vial untuk vaksin jenis Sinovac yang difokuskan pada dosis kedua.

Untuk vaksin AstraZeneca sebanyak 2.316 vial dan bisa digunakan untuk dosis pertama dan kedua.

”Capaian saat ini sudah 58.3 persen atau 526.529 orang untuk dosis kedua. Untuk dosis kedua sebanyak 94.467 atau 10.41 persen,” kata dia.

Pelaksanaan vaksin masih terus berlanjut, baik dosis pertama maupun kedua. Tenaga medis masih terus menggesa pelaksanaan di beberapa titik setiap hari.

Sementara itu, Pemerintah Kepulauan Riau telah melaksanakan vaksinasi kelompok usia di atas 18 tahun, sebanyak 887.015 orang atau sekitar 64,59 persen.

Sedangkan kelompok usia 12 hingga 17 tahun, baru sebanyak 72.041 orang atau 34,69 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, mengatakan, masih membutuhkan banyak vaksin lagi, untuk menyelesaikan vaksinasi tahap pertama dan kedua.

”Apabila saya hitung-hitung, Kepri ini membutuhkan 1,5 hingga 2 juta dosis vaksin,” kata Bisri, Selasa (27/7).

Ia mengatakan, target vaksinasi dapat tercapai dalam waktu dekat, karena animo masyarakat sangat tinggi.

Tapi, pasokan vaksin dari pemerintah pusat sering terlambat dan tersendat. Sehingga vaksinasi tidak optimal.

”Beberapa waktu lalu datang 10.260 vial. Hari ini (kemarin)
kabarnya mau datang 2.500 vial. Tapi tidak bisa datang, katanya tidak ada penerbangan sore ini ke Kepri,” ucap Bisri.

Faktor-faktor seperti inilah, kata Bisri yang menghambat vaksinasi. Apabila pasokan vaksin lancar, Bisri yakin target vaksinasi 70 persen bisa dicapai dalam waktu yang singkat.

”Saat stok lancar, vaksinasi harian kita cukup tinggi. Masyarakat yang ingin vaksin juga ramai,” tuturnya.

Bisri mengaku tidak hanya untuk vaksin tahap pertama dan kedua saja yang tersendat.

Booster vaksinasi bagi tenaga medis, sampai sekarang belum
sampai ke Batam.

”Katanya minggu ini, tapi belum juga ada kabar,” ungkapnya.

Booster vaksinasi ini sangat baik bagi para tenaga kesehatan. Karena, dapat meningkatkan imunitas para tenaga kesehatan, yang berhadapan dengan para pasien Covid-19.

”Apabila datang, kami akan segera lakukan booster vaksinasi ini. Target awalnya adalah tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19,” ucap Bisri.

Bisri mengakui bahwa kebutuhan vaksinasi ketiga ini, sangat penting. Karena banyak tenaga kesehatan yang bertumbangan dan terpapar Covid-19.(jpg)