batampos.co.id – Dugaan kasus kebocoran data publik kembali mengemuka dan kali ini menimpa Bank Rakyat Indonesia atau BRI melalui layanan asuransinya, BRI Life.

Ada sebanyak dua juta data publik yang bocor dan diperjual-belikan di internet. Data tersebut mencakup data kependudukan berupa KTP, informasi rekam medis, akun perbankan dan pajak nasabah.

Sebagian besar data yang bocor ini ditunjukkan oleh akun @UnderTheBreach lewat empat tangkapan layar berisi informasi apa saja yang ditawarkan peretas terkait data diduga milik BRI Life.

Menanggapi hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut pihaknya langsung melakukan investigasi.

Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi menyampaikan, pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi BRI Life. “Kami telah melakukan langkah-langkah cepat sesuai aturan perundangan yang berlaku,” ujar Dedy melalui keterangan tertulisnya.

Dia melanjutkan, langkah-langkah yang sejauh ini dilakukan oleh Kemenkominfo adalah pertama menyampaikan dugaan kasus ini ke Direktorat Pengendalian Aplikasi dan Informatika (Aptika) untuk tindakan lebih lanjut.

“Kami sedang melakukan investigasi internal untuk melakukan pendalaman terhadap sample data pribadi yang diduga bocor. Kemenkominfo juga melakukan pemanggilan terhadap Direksi BRI Life pada hari ini, 28 Juli 2021 sebagai bagian dari proses investigasi,” ungkapnya.

Untuk hasilnya, dia menyebut belum bisa mengambil kesimpulan dan tindakan lanjutan dari dugaan kasus kebocoran data BRI Life ini. “Sampai saat ini investigasi masih terus berjalan dan hasil belum dapat disimpulkan,” tandasnya. (*/jpg)