batampos.co.id – Pemko Batam menganggarkan Rp10 miliar untuk pembelian kurang lebih 200 ribu alat untuk tes antigen.

Batam membutuhkan sedikitnya 300-400 ribu antigen guna menyukseskan tes massal untuk menyaring warga yang sudah
terpapar Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, dalam dua hari pelaksanaan swab massal sudah ada yang ditemukan positif Covid-19.

Mereka terdeteksi usai mengikuti vaksinasi massal di puskesmas tempat mereka tinggal. Langkah pengendalian penyebaran ini diharapkan bisa membuat mereka yang terpapar cepat ditangani.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, satu puskesmas ditargetkan bisa melakukan tes seribu warga. Khususnya untuk dua kecamatan prioritas yaitu Batam Kota dan Sagulung.

”Kami ingin pelaksanaan tes ini lancar, sehingga kami bisa lebih cepat menemukan warga yang terpapar, sehingga bisa mencegah penyebaran yang lebih masif,” sebut dia usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Grand Mall Batam, Selasa (27/7).

Untuk menyukseskan tes antigen massal ini, berdasarkan hasil rapat, perangkat RT/RW diminta untuk membantu mendata warga yang masuk dalam kontak erat, sehingga bisa memperkecil target testing dan tracing.

”Intinya kami berupaya agar mereka yang positif ini bisa segera ditangani,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga fokus penyediaan lokasi karantina bagi warga yang terdeteksi positif di Asrama Haji dan rusun.

Pelaksanaan tes antigen ini akan membuat masyarakat terisolasi dengan sendirinya, baik mereka melakukan isolasi mandiri di rumah atau di lokasi karantina.

”Intinya apapun itu, kami juga menyiapkan anggaran bagi masyarakat untuk konsumsi mereka,” ucapnya.

Plt Kepala Bidang Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Batam, dr Solihin, mengatakan, tes antigen massal berjalan dengan baik.

Dalam satu hari sebanyak 300-400 warga mengikuti tes antigen. Angka ini menurutnya masih jauh dari target yang diberikan pusat yaitu sebanyak 3.307 tes setiap harinya.

”Itu sesuai dengan target PPKM level 4. Untuk itu ke depan kami akan melibatkan rumah sakit dan klinik untuk mempercepat pelaksanaan, agar bisa mencapai target yang sudah diberikan,” sebutnya.

Pelaksanaan testing ini bertujuan agar bisa mengetahui angka positivity rate di Kota Batam.

Hal ini sangat berpengaruh atas kebijakan berikutnya yang akan diterapkan di Batam.

”Jadi, kami mencari tahu angka riil positif rate penyebaran. Kalau angka positivity rate rendah, maka diharapkan Batam bisa keluar dari PPKM level 4 yang saat ini diterapkan,” imbuhnya.

Ia berharap Batam mendapatkan angka yang rendah sehingga tidak lagi memberlakukan PPKM level 4, dan bisa turun ke level yang lebih rendah tentunya.

Saat ini positivity rate Batam berada di angka 74.06 persen periode 21 Juni hingga 4 Juli.

”Kan ada level 3,2, dan 1. Tentu besar harapan bisa turun level, sehingga bisa berdampak terhadap kebijakan yang akan diterapkan di Batam ini,” sebutnya.

Pelaksanaan antigen massal bagi masyarakat Batam digelar dua cara. Pertama, digelar terpusat di puskesmas, kedua dengan cara mobile atau mendatangi keluarga yang terpapar virus Covid-19 melalui perangkat RT/RW melalui kelurahan di masing-masing wilayah.(jpg)