batampos.co.id – Pemko Batam melanjutkan tes antigen massal. Hari ketiga, petugas kesehatan di Puskesmas Tiban Baru menyasar pedagang yang ada di Pasar Cipta Puri, Tiban, Rabu
(28/7).

Kepala Puskesmas Tiban Baru, Ana Hasina, mengatakan, dari total 25 sampel yang diambil, terdapat tiga pekerja pasar positif.

Mereka adalah pedagang dan pekerja yang sehari-hari beraktivitas di lokasi pasar.

”Kami minta untuk isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing selama 10 hari ke depan. Ada dua pedagang dan satu pekerja toko yang dinyatakan positif dari hasil antigen hari ini. Mereka kami minta langsung pulang ke rumah dan isolasi,” jelasnya.

Warga untuk sementara diminta isoman di rumah terlebih dahulu. Sebelumnya, memang rencananya mereka yang positif iakan dibawa ke Asrama Haji Batam dan rusun di Tanjunguncang.

Namun informasi yang didapatkan, kapasitas Asrama Haji mulai
penuh, sehingga evakuasi pasien menunggu ada ruangan yang lowong.

Sementara untuk rusun masih dalam tahap persiapan. Sebab masih ada pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditempatkan di sana.

Teknisnya, pihak puskesmas hanya menunggu adanya ruangan
dan kesiapan tempat isolasi terpusat bagi warga yang kemungkinan terpapar virus Covid-19.

Menurutnya, pelaksanaan masih kurang efektif, karena jumlah warga yang ikut tes masih sedikit. Untuk itu pihaknya akan  melanjutkan tes di hari berikutnya.

”Besok kami akan kembali lagi ke sini. Hari ini kurang efektif. Hingga jam siang ini baru ada 25 orang saja yang mau ikut antigen, walau petugas sudah keliling dan membujuk,” ungkapnya.

Ana mengakui, tidak mudah membuat warga rela ikut tes antigen, kecuali mereka merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Kendati demikian, petugas tetap berupaya membujuk warga.

”Meskipun ada kepolisian dan lainnya, kami tetap sedikit mengalami kesulitan untuk menumbuhkan minat warga untuk ikut tes antigen ini,” terangnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, mengatakan, kondisi ruang perawatan di Asrama Haji hampir terisi penuh.

Berdasarkan hasil te antigen sudah ditemukan beberapa orang yang positif.

”Ada yang diminta di rumah dulu, karena ruang perawatan
terpusat mulai terisi penuh. Namun begitu akan segera dievakuasi ketika ruang perawatan kembali lowong. Karena kalau kami angkut
semua kapasitas tidak cukup. Sebab kami juga terus evakuasi pasien OTG yang baru terpapar juga ke tempat isolasi terpusat,” jelasnya.

”Kalau Asrama Haji lowong kami langsung angkut. Karena sesuai dengan arahan pimpinan, untuk pasien Isoman akan ditempatkan di isolasi terpusat,” ujarnya lagi.

Warga yang isoman, lanjutnya, diawasi oleh tim kesehatan di masing-masing puskesmas.

Warga yang menjalani isoman juga diberikan obat-obatan, guna menjaga kondisi mereka dan mempercepat proses pemulihan.(jpg)