batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari, mengungkapkan proses pembangunan Jembatan Batam Bintan sudah menunjukkan ke arah yang positif. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Gubernur Ansar Ahmad ke Harian Batam Pos, Rabu (28/7).

Ia mengatakan, pekan lalu pihaknya telah melakukan tiga kali rapat dengan Bappenas, Kementerian PUPR bersama Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan, serta rapat dengan salah satu calon yang bermitra untuk mendanai dari luar negeri, yaitu AAIIB (Amerika Serikat).

”Ada tiga jenis kriteria yang diberikan kepada pemerintah provinsi. Pertama, pengadaan lahannya yang terdiri dari beberapa tahapan. Kedua, penyusun dokumen lingkungannya. Dan ketiga, data penyelidikan tanah,” sebut Rodi.

Prosesnya terus berjalan dan diharapkan ketiga kriteria itu bisa diselesaikan pada Oktober mendatang dan diserahkan ke Kementerian PUPR.

Sebab, saat ini Kementerian PUPR meminta bukti nyata penyelesaian yang sudah diberikan kepada Pemprov Kepri. Sebab, jika hanya dengan surat menyurat tidak ditanggapi oleh kementerian. ”Bahkan, penetapan lokasinya pun diminta yang ditandatangani bapak gubernur,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh persyaratan yang diberikan Kementerian PUPR saat ini sudah dijalankan, hanya tinggal kesepakatan yang akan dijalankan dengan kerja sama nantinya. Untuk pertemuan selanjutnya yang direncanakan pada awal September akan dilakukan proses pelelangan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dimana, untuk pekerjaan Jembatan Batam-Bintan akan ada dua pengerjaan. Yakni Batam ke Tanjungsauh akan menggunakan dana LON yang nantinya Kementerian PUPR yang akan melaksanakannya, sedangkan dari Tanjungsauh ke Bintan dari KPBU.

”Bahkan dalam waktu dekat, kami akan rapat lagi dengan penyedia anggaran dari LON. Satu dari Amerika dan satunya lagi dari Tiongkok. Salah satu yang akan men-support pembangunan Jembatan Batam-Bintan,” jelasnya. (*/jpg)