batampos.co.id – Terkait keluhan sektor parwisata yang menjadi paling terdampak pandemi Covid-19 karena sudah masuk tahun kedua, khususnya hotel, resort, restoran, dan usaha terkait lainnya, Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapeda) Batam, Raja Azmansyah, mengaku sangat memahami kondisi sulit yang dihadapi pelaku usaha itu.

Bahkan, pihaknya sudah menerima permintaan dari pengusaha agar diberi keringanan berupa relaksasi pajak yang mereka bayarkan setiap bulannya. Sebab, akibat pandemi ini, pengusaha perhotelan, restoran, dan sektor pendukung pariwisata terjun bebas, termasuk dari segi pendapatan.

”Selama ini sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang PAD Batam. Untuk itu, pendapatan daerah juga turut terdampak dari merosotnya pendapatan baik pajak maupun retribusi. Pengusaha memang ada yang mengajukan permintaan keringanan seperti relaksasi pajak ini,” kata dia, kemarin.

Selain permintaan dari pengusaha untuk keringanan berupa relaksasi pajak, beberapa waktu lalu juga ada wacana dari pemerintah pusat untuk melanjutkan hibah sektor pariwisata seperti tahun lalu. Sektor pariwisata diberikan hibah, agar bisa menjadi solusi dalam mempertahankan usaha mereka.

”Menyikapi semua itu, kami sedang rumuskan alternatif kebijakan untuk menyelaraskan berbagai kebijakan dan permintaan wajib pajak ini,” ujar.

Baca Juga: Pandemi Tak Terkendali, Pariwisata Batam Makin Babak Belur

Disinggung mengenai besar hibah pariwisata yang diterima Pemko Batam tahun lalu, Azman mengakun datanya ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam.

”Datanya bisa ke Pak Ardi (Ardiwinata, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, red). Karena beliau yang paham. Intinya tahun lalu ada hibah untuk perhotelan ini. Kalau memang ada hibah tahun ini, saya rasa cukup membantu sektor perhotelan,” tuturnya.

Sementara Ardiwinata, mengatakan, tahun lalu untuk realisasi hibah perhotelan mencapai Rp 20 miliar. Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat. ”Kami berharap ada tahun ini. Karena kondisinya masih sulit,” ujarnya.

Namun hingga kini, kata Ardi, belum menerima informasi atau surat resmi terkait adanya rencana kelanjutan pemberian dana hibah kepada sektor pariwisata. Ia besar harapan program ini bisa dilanjutkan tahun ini. ”Bantuan dana hibah menjadi salah satu upaya dalam membantu sektor wisata bertahan,” ujarnya. (*/jpg)