batampos.co.id – Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi bersama jajarannya mengunjungi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Pertemuan kedua pihak ini membahas penyelenggaraan umrah 1443 H.

Adapaun, Khoirizi meminta penjelasan dari Dubes terkait edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai rencana pembukaan penyelenggaraan umrah pada 10 Agustus 2021.

“Kami meminta penjelasan kepada Duta Besar, mengenai teknis detail pelaksanaan umrah di masa pandemi. Banyak hal yang berkembang, dan kami meminta informasi resmi dan valid agar isu-isu terkait dengan umrah lebih jelas,” ungkap dia, Jumat (30/7).

Kepada Dubes, juga disampaikan harapan agar jamaah Indonesia mendapat kesempatan apabila umrah mulai dibuka pada 1 Muharram 1443 H. “Jumlah antrian jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya cukup banyak dan sudah hampir dua tahun menunggu,” tutur dia.

Dubes Arab Saudi pun membenarkan adanya edaran dari Kementerian Haji dan Umrah terkait rencana dibukanya umrah. Namun demikian, detil edaran tersebut termasuk yang berkenaan dengan Indonesia, masih terus dikoordinasikan.

“Dubes tadi mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Informasinya, akan ada ketentuan detil terkait penyelenggaraan umrah 1443 H, termasuk yang terkait jamaah umrah Indonesia,” papar Khoirizi.

“Tadi Dubes juga menjelaskan bahwa ketentuan kunjungan ke Arab Saudi yg berlaku saat pandemi ini bersifat umum, untuk penyelenggaraan umrah akan diatur tersendiri,” sambungnya.

Terkait Vaksin Sinovac, Khoirizi menyampaikan pandangan Dubes bahwa yang terpenting adalah sudah mendapatkan persetujuan dari WHO. Dalam pertemuan itu, Dubes juga mengatakan bahwa pihaknya sangat memahami psikologi umat Islam yang rindu ke Tanah Suci, khususnya di Indonesia.

“Oleh karena itu, kita semua berharap pandemi ini segera dapat diatasi dengan baik, sehingga bisa kembali seperti sediakala” pungkas Khoirizi menyampaikan harapan Dubes.(jpg)