batampos.co.id – Proyek peningkatan jalan di Batuaji dan Sagulung terus digesa. Sedikitnya ada tiga proyek yang sedang dikerjakan, yakni pelebaran jalan Simpang Barelang, Simpang Basecamp dan Simpang Seibinti, depan pasar Fanindo, Tanjunguncang.

Tiga persimpangan ini akan dilebarkan layaknya persimpangan lain di Batam Center dan Nagoya. Simpang Barelang dan Basecamp rencananya akan ada bundaran di bagian tengah persimpangan. Progres pengerjaan cukup baik sebab sebagian sudah memasuki tahap pengerasan dan semenisasi.

Simpang Barelang, untuk jalur lurus dari Batuaji ke Mukakuning sudah mulai masuk tahap semenisasi, sementara dua jalur lainnya yakni persimpangan ke Barelang dan yang dari Barelang masih dalam tahap penimbunan dan pengerasan ruas jalan yang dilebarkan. Puluhan pekerja dan sejumlah alat berat masih bekerja maksimal di lapangan.

Begitu juga simpang Basecamp, untuk ruas jalan dari Sekupang ke Batuaji sudah memasuki tahap semenisasi sementara dari Tanjunguncang ke Marina dan dari Marina ke Sekupang dalam proses pengerasan. Untuk simpang Fanindo pengerjaan hampir rampung sebab sudah memasuki tahap semenisasi.

Simpang Fanindo ini pengerjaan sejalan dengan pelebaran jalan Brigjen Katamso khususnya yang berada di depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Jalan depan masjid ini dilebarkan jadi lima lajur.

Begitu juga dengan proyek jalan dua jalur Trans Barelang dan Diponegoro Seitemiang terus digesa. Dua proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini juga sudah memasuki tahap pengerasan. Untuk jalan Trans Barelang yang mana proyeknya dimulai dari depan perumahan Taman Cipta Asri hingga simpang Tanjungundap sudah memasuki tahap pengerasan dan sebentar lagi akan diaspal.

Untuk proyek jalan dua jalur Seitemiang yang melanjutkan proyek sebelumnya dari depan TPU Seitemiang hingga simpang Basecamp juga agak lambat karena pengerjaan dibarengi dengan pembangunan tanggul dan gorong-gorong di lokasi-lokasi jalan yang selama ini jadi langganan banjir.

Proyek-proyek ini diapresiasi warga namun besar harapan warga adanya upaya pengawasan dan perawatan ke depannya agar proyek yang menelan anggaran miliaran ini bisa bertahan lama. ”Jangan seperti jalan Marina City, habis diaspal masuk kendaraan proyek pematangan lahan. Truk-truk pengangkut tanah setiap hari hilir mudik dengan bebas dan hasilnya sekarang jalan kembali rusak parah. Padahal belum setahun proyek peningkatan jalan itu rampung,” ujar Hendrik, warga Batuaji. (*/jpg)