batampos.co.id – Kepolisian meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kala pandemi.

Salah satu caranya, melaporkan apabila ada temuan kelangkaan tabung oksigen, kenaikan harga obat serta vitamin, dan pemberitaan hoaks yang cenderung provokatif terkait Covid-19.

”Laporkan saja ke kami, akan ditindaklanjuti,” kata Direktur
Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Teguh Widodo, Kamis (29/7/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, pelaporan ini dapat melalui laman https://bit.ly/LaporPakPolisi atau ke nomor 081365200208. Nantinya, setiap laporan diterima, akan ditindaklanjuti ke subdit yang ada di Ditreskrimsus.

Kasubdit V Ditreskrimsus, AKBP Iwan Ariandy, menambahkan bahwa pelaporan ini, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Badan Pengusahaan (BP) Batammempersiapkan sejumlah aset untuk mendukung penanganan pasien Covid-19 di Kota Batam. Polda KeprFoto: BP Batam untuk batampos.co.id

Sudah ada staf khusus yang bertugas menerika setiap laporan atau aduan dari masyarakat.

”Prosesnya itu dimulai dari pelaporan masyarakat ke kami. Lalu, laporan ini diterima staf khusus yang telah ditugas pak direktur (Kombes Teguh Widodo). Staf inilah yang memilah, laporan ini
akan diteruskan ke subdit mana. Misalnya nih, soal kelangkaan obat ke Subdit I, tabung oksigen ke Subdit IV atau berita hoaks yang ke saya. Nantinya, setiap subdit yang menerima laporan akan menelusuri kebenaran informasi yang diterima,” ungkapnya.

Ia berharap pelaporan ini dapat membantu masyarakat di tengah pandemi ini. Kepada masyatakat, Iwan meminta agar selalu bijak dalam bermedia sosial.

Masyarakat, kata Iwan, menyaring dulu setiap informasi yang masuk, apabila benar barulah disebarkan.

”Kalau ini ada potensi hoaks, jangan disebarkan. Karena ada konsekuensi hukum, apabila disebarkan,” ucapnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus selain menerima laporan, juga secara berkala melakukan pengecekan ke lapangan terkait stok obat, vitamina dan tabung oksigen.

Dari pengawasan dilakukan Ditreskrimsus dalam beberapa minggu ini, hanya ditemukan kelangkaan vitamin.

Karena disebabkan pasokan dari produsen kurang dan tingginya permintaan masyarakat.(jpg)