batampos.co.id – Pemko Batam terus menggesa pelaksanaan tes antigen massal, guna mendukung terealisasinya target testing 3.304 dalam satu hari.

Hal ini merupakan upaya menemukan warga yang terpapar Covid-19.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, mengatakan, beberapa hari ini pelaksanaan antigen massal sudah berjalan dengan baik.

Ia menyebutkan capaian antigen massal sudah lebih dari cukup, tercatat, Kamis (29/7) sudah 1.336 orang dilakukan pemeriksaan antigen.

“Dari total tersebut, 86 sampel yang diambil positif hasilnya, dan 1.250 negatif dan diperbolehkan melanjutkan aktivitas mereka,” ujarnya, Jumat (30/7).

Pencapaian tes antigen massal di Kota Batam masih rendah, padahal pelaksanaan test Covid-19 tersebut sudah dimulai sejak 26 Juli 2021.

Pemerintah pusat menargetkan Kota Batam dapat melakukan testing terhadap 3.307 orang.

Sebanyak 86 orang yang mendapat hasil positif, akan dilakukan pemantauan oleh pihak Puskesmas di masing-masing wilayah.

Nantinya mereka akan menjalani isolasi mandiri (isoman) selama 5-10 hari ke depan. Selanjutnya, mereka juga akan diminta tes antigen kedua kalinya dan PCR untuk mereka yang bergejala.

”Dipantau petugas medis. Nanti penanganan selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dari petugas Puskesmas,” sebutnya.

Tindakan selanjutnya adalah mereka yang isoman dengan gejala ringan dan tidak ada gejala Covid-19 diminta isoman di rumah, sementara mereka yang mengarah Covid-19 dan bergejala dibawa ke Asrama Haji.

”Kalau berat langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan,” sebutnya.

Yusfa mengatakan kebijakan antigen massal ini merupakan upaya Pemko Batam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Batam saat ini masih memberlakukan PPKM Level 4, dan berada di zona merah. Hal ini diakibatkan jumlah kasus masih cukup tinggi.

”Ini upaya Pak Wali dalam mencari warga yang sudah terpapar, karena semakin cepat diambil tindakan tentu akan berdampak baik bagi pengendalian Covid-19 di Batam,” katnaya.

Untuk itu masing-masing Puskesmas ditarget seribu sampel setiap harinya. Pelaksanaan antigen massal ini juga mendukung program pemerintah untuk menggencarkan testing dan tracing, terutama di daerah yang diterpakan PPKM Level 4 seperti Batam.

”Jadi target testing yang 3.307, bukan target antigen massal. Kalau untuk testing sebenarnya Batam sudah lebih dari target. Untuk testing ini ada antigen dan PCR. Setiap hari testing lumayan juga, karena mereka yang melakukan perjalanan juga testing, dan mereka yang terpapar juga melakukan hal yang sama,” bebernya.

Jika jumlah sampel test PCR yang dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam ditambahkan tes antigen massal, lalu testing di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan ditotalkan, maka target testing sudah melebihi target yang diberikan.

”Antigen massal ini upaya kami dalam mengendalikan penyebaranlah. Makanya Batam sangat ingin targetnya bisa lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiban Baru drg. Anna Hashina mengatakan tracing di masyarakat terus digalakan.

Terakhir, tracing digelar di Pasar Tiban Baru, Jumat (30/7). Hasilnya, dari 59 warga yang ditracing, sebanyak lima orang
diantaranya positif Covid-19.

”Kegiatan tes antigen tracing kontak erat atau suspect dilakukan terhadap 59 orang. Hasilnya, 54 orang negatif dan 5 orang lain positif Covid-19,” ujar Anna, Jumat (30/7).

Untuk mendorong masyarakat agar ikut tes antigen, Puskesmas Tiban Baru telah mensosialisasikan mengenai tracing tes antigen ini.

Juga memberikan edukasi kepada masyarakat serta mengimbau
masyarakat untuk tidak perlu takut tes antigen.

”Kami selalu sosialisasikan agar tidak perlu takut. Petugas Puskesmas Tiban Baru juga langsung mendatangi tempat-tempat
keramaian,” katanya.(jpg)