batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa BP Batam dan Pemko Batam di Tanjunguncang mulai berkurang.

Tersisa sekitar 200 orang lagi pada Jumat (30/7/2021) siang.
Sebagian besar PMI sudah kembali ke daerah asal masing-masing setelah hasil swab mereka dinyatakan bebas dari paparan Covid-19.

Namun, dalam dua hari terakhir, terdapat 18 orang PMI yang terpapar Covid-19.

”Yang datang (dari luar negeri) juga mulai berkurang. Sisa hari ini sekitar 200-an orang. Semalam (Kamis, 29/7) yang positif 15 orang dan hari ini tiga orang. Yang lainnya negatif,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa BP dan Pemko Batam, kemarin.

Ilustrasi. Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Di lokasi tersebut menjadi lokasi isolasi bagi warga Batam suspect corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Sebelumnya, jumlah PMI masih diatas 400 orang. Mereka ini PMI yang baru tiba dari Malaysia dan Singapura.

Mereka harus menjalani karantina demi memastikan kesehatan mereka. Mereka harus melewati dua kali proses swab sebelum diperkenankan kembali ke daerah asal masing-masing.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam mencatat, sedikitnya sudah tiga orang warga Kepri yang terpapar varian terbaru.

Beberapa bulan lalu ada seorang ibu yang terpapar varian B117
asal Inggris. Selain itu, belum lama ini juga terdeteksi ada varian Delta di Batam dan Alpha di Tanjungpinang.

Ini merupakan hasil pengecekan terhadap 474 sampel yang dicurigai terpapar varian terbaru.

Pengecekan dilakukan oleh Litbangkes. Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, saat kembali dikonfirmasi mengaku belum ada temuan terbaru dalam sepekan ini.

Saat ini mereka tetap mengumpulkan sampel yang dicurigai untuk kembali dikirim ke Litbangkes.

Kendati belum ada temuan baru, lanjut Budi, tapi tetap harus waspada.

Sebab, satu orang penderita varian baru mampu menularkan dengan cepat ke ribuan orang di sekitarnya.(jpg)