Langkahnya terhenti ketika melihat ribuan orang mengantre di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam. Bahkan sempat terbesit di kepalanya untuk mengurungkan niat guna mengikuti vaksinasi massal.

Namun hal itu urung dilakukannya mengingat imbauan pemerintah terkait vaksinasi untuk meningkatkan imun tubuh sehingga dapat melawan Covid-19. Terlebih vaksinasi massal yang digelar diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Messa Haris – Batam

batampos.co.id – Jam di telepon genggamnya baru menunjukkan pukul 04.00 WIB, namun ia langsung menuju kamar mandi untuk mempersiapkan diri.
Membersihkan diri di awal pagi bukanlah hal biasa dilakukan pria berusia 27 tahun itu.

Namun demi mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama rela dilakukannya meski badannya gemetaran sehabis mandi.

Meski tubuhnya masih bergetar, tidak mematahkan niatnya untuk memacu sepeda motornya menuju pusat vaksinasi massal yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Batam itu.

Namun setibanya di lokasi, dirinya sempat ragu. Pasalnya ribuan orang sudah berjejer rapi mengantre untuk mendapatkan gilirin divaksinasi.

“Waktu itu sempat kepikiran untuk pulang. Karena antreannya panjang kali,” kata Noel warga Batam yang memanfaatkan vaksinasi massal, Sabtu (31/7/2021).

Ia menjelaskan, dirinya mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada Selasa (22/6/2021). Menurutnya vaksinasi massal yang dilaksanakan pemerintah sangat membantunya meski harus mengantre lama.

“Saya kemarin datang pagi-pagi, baru divaksin sore sekitar jam 4 lewat,” ujarnya.

Kata dia, seusai divaksin dirinya tidak merasakan apa-apa. Hanya saja setibanya di rumah ia merasakan demam. Tetapi ia mengaku tidak panik.

Karena sebelumnya sudah diberitahukan apabila mengalami badan terasa panas atau demam setelah divaksin oleh tenaga kesehatan pada saat di screenning atau pemeriksaan awal.

“Saya demam sekitar dua hari, badan juga terasa pegal-pegal. Tapi setelah itu badan lebih enakkan,” tuturnya.

Noel menjelaskan, awalnya sempat ragu untuk mengikuti vaksinasi dikarenakan banyaknya beredarnya kabar miring mengenai efek setelah divaksin.
Tetapi rasa takut itu dibuangnya jauh-jauh. Karena dirinya yakin vaksinasi dapat meningkatkan imun tubuh, terutama disaat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Alhamdulillah sekarang saya sehat dan seperti yang saya jelasin tadi, memang setelah divaksin badan terasa sakit-sakit dan demam tapi setelah itu badan saya lebih enakkan,” tuturnya.

Karyawan swasta tersebut juga menjelaskan, dirinya merasa lebih nyaman setelah mengikuti vaksinasi terlebih saat diberlakukannya Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Batam beberapa waktu lalu.

Kala itu kata dia, banyak warga Batam yang diminta kembali kekediamannya atau diminta putar arah karena belum mengantongi kartu vaksinasi. Sementara dirinya masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (depan) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Spot Hall Temenggung Abdul Jamal. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Saya ojek online juga jadi waktu ada penyekatan-penyekatan tidak terhalang karena sudah divaksin,” tuturnya.

Ia merasakan banyak keuntungan yang didapatkan setelah menjalani vaksinasi. Terlebih dirinya juga bekerja paruh waktu sebagai ojek online.

Para penumpangnya kerap menanyakan apakah dirinya sudah divaksin atau belum. Menurutnya banyak penumpang yang enggan atau membatalkan orderan apabila mengetahui driver belum divaksin.

“Jadi lebih tenang aja setelah divaksin,” paparnya.

Ia menjelaskan apa yang dilakukan pemerintah dengan mengencarkan vaksinasi massal sangat baik. Ia juga berharap setelah seluruh masyarakat divaksin pandemi Covid-19 khususnya di Kota Batam dapat segera hilang. Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Ya harapan besarnya begitu, Covid ini bisa hilang. Biar normal lagi aktivitas kita dan turis-turis banyak lagi ke Batam,” tuturnya.

Wali Kota Batam Surati Menteri Kesehatan

Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau saat ini diketahui masih kekurangan satu juta vaksin Covid-19.

Hal ini disampaikan Wali kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau vaksinasi tahap kedua bagi masyarakat di SP Plaza, Senin (26/7/2021).

“Saya sudah sudah surati Menkes (Menteri Kesehatan,red). Kekurangan dosis vaksin kita sekitar 1 juta lebih. Sudah saya laporkan semua, mudah-mudahan secara bergilir datang,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat Kota Batam untuk tidak khawatir apabila belum divaksinasi Covid-19.

Menurutnya, semua masyarakat pasti mendapatkan layanan vaksinasi. Pada prinsipnya, pemerintah tetap hadir untuk masyarakat.

“Masyarakat jangan khawatir, semua akan dapat bagian. Waktunya saja bergilir, tidak serentak,” imbuhnya.

Rudi mengungkapkan, hingga bulan ini vaksinasi harus mencapai 70 persen dari total populasi. Maka dari itu ke depan, saat vaksin datang, bakal banyak lokasi vaksinasi.

“Akan banyak yang saya buka lagi, sementara prioritas dosis kedua dulu. Dalam waktu tak lama buka lagi dosis yang pertama, begitu sampai semua dapat manfaat vaksin,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan kabar yang menggembirakan. Merujuk pada informasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo, pekan ini akan datang lagi stok vaksin bagi masyarakat Indonesia.

“Masyarakat juga harus tahu kondisi vaksin ini. Presiden sampaikan Minggu ini cukup banyak vaksin yang datang untuk masyarakat Indonesia, artinya untuk Batam maupun Kepri juga,” katanya.

Rudi sejak dini telah bergerak cepat berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait kebutuhan vaksinasi di Batam.

Terlebih antusias masyarakat Batam yang ingin divaksin sangat tinggi. Baik untuk vaksin dosis pertama maupun kedua yang target penerima vaksin 12 tahun ke atas.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar mengatasi penyebaran pandemi Covid-19.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (prokes).

“Prokes ini demi kebaikan kita semua. Semoga kita terhindar dari virus penyebab Covid-19 ini,” harap dia.

Rapid Test Antigen Massal

Selain gencar melakukan vaksinasi massal, Pemko Batam juga melaksanakan rapid test massal. Hal itu dilakukan untuk melacak masyarakat yang terpapar Covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, pihaknya menyiapkan tes swab antigen gratis guna melacak penyebaran Covid-19.

“Saya bersama forkopimda akan melaksanakan pemeriksaan tersebut secara gratis. Tim sudah mulai turun,” ucapnya.

Tes ini, lanjutnya, merupakan salah satu upaya percepatan penanganan Covid-19 di Batam.

“Yang positif akan kami pisahkan, merawat dan membiayainya dan memberikan sembako untuk yang membutuhkan,” ucap dia.

Ia berharap masyarakat dapat menyukseskan kegiatan ini dan menepis segala kabar bohong (hoaks) yang mengiringi program tersebut.

“Seperti yang saya dengar kalau dites akan dipositifkan, ini fitnah dan mengada-ngada,” ucapnya.

Rudi mengungkapkan keinginan agar masyarakat yang sakit dapat segera sembuh dan tidak ada lagi kasus baru.

Selain pelacakan ini, ia kerap mewanti protokol kesehatan (prokes) agar tetap diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.(***)