batampso.co.id – Pemulangan Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Indonesia tidak hanya dilakukan Jepang.

Namun WNA dari 14 negara lainnya seperti China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, Jerman, Belanda, Arab Saudi, India, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Dari sejumlah negara itu, Jepang negara dengan jumlah terbanyak yang memulangkan warganya dari Indonesia, yakni sekitar 2.387 orang.

Kepulangan WNA dari sejumlah negara tersebut diduga akibat kasus corona (Covid-19) yang terus melonjak di Indonesia.

Mereka khawatir terpapar, sehingga memilih kembali ke negaranya. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Batam, Ismoyo mengatakan, secara spesifik tidak ada pemulangan WNA dari Batam.

Sebab, Batam hanya lalu lintas dari jalur internasional. Ia menyebut, dengan adanya Peraturan Menkumham Nomor 27 Tahun 2021, Imigrasi diminta untuk memberikan dukungan ke pemerintah dalam membatasi lalu lintas dan mobilitas WNA masuk
dan keluar Indonesia.

”Di Batam sendiri tidak terlalu signifikan. Hanya rutinitas saja seperti biasa, dan Batam termasuk yang relatif kondusif dan aman,” kata Ismoyo.

Ismoyo melanjutkan, Batam yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura hanya mempunyai pelabuhan laut untuk keluar negeri, tidak ada penerbangan yang langsung keluar negeri.

Sehingga, di Batam hanya ada rutinas pemulangan Tenaga Kerja Indonesia dari Malaysia akibat adanya program Rekalibrasi dari Malaysia ke Indonesia.

”Kalau yang keluar ada juga, tapi tetapi siginifikan dan jumlahnya kecil. Karena negara tetangga dalam hal ini Singapura dan Malaysia sangat ketat untuk masuk orang asing ke negaranya. Tapi yang
dominan adalah, pemulangan orang Indonesia khususnya dari Malaysia,” jelasnya.

”Rekalibrasinya masih kita pantau jumlahnya, karena programnya masih baru kita terima kemarin, persisnya dua hari lalu. Kita masih menunggu karena disana ada program program Rekalibrasi yang
diterapkan oleh pemerintah Malaysia,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk WNA yang keluar dari Batam, rata-rata hanya orang-orang yang mempunyai izin tinggal ke Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, terkait dengan pemulangan WNA dari belasan negara itu, tidak ada di Batam karena Batam hanya ada pelabuhan laut.

Sementara layanan penerbangan Internasional di Hang Nadim
lebih dominan kargo.

”Sejauh ini, kita masih normal saja,” imbuhnya.(jpg)