batampos.co.id – Menjelang ditunjuknya operator baru lewat lelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang diselenggarakan Badan Pengusahaan (BP) Batam, justru pasokan air mulai terhambat di sejumlah lokasi di Batam.

”Sejak delapan bulan yang lalu, tiap hari air mati terus. Mati dari pukul 07.00 WIB hingga tengah malam,” kata warga Bengkong Mahkota, Yusmidarwati, Minggu (1/8/2021).

Ia mengaku harus bergadang hanya untuk menunggu air hidup saat tengah malam. Yus, sapaan akrabnya, mengaku aktivitasnya di pagi hari terganggu.

”Karena kurang tidur, jadi begitu kerja di kantor malah ngantuk,” terangnya.

Senada dengan Yus, warga Patam Lestari, Indah Rani, mengatakan air tidak mengalir ketika dibutuhkan di siang hari.

”Ganti operator juga sama saja sejak dulu. Tapi lama-lama kami sudah terbiasa dengan situasi semacam ini. Makanya gentong air lebih dari satu selalu disiapkan agar bisa menampung air saat hidup nanti malam,” ujar ibu rumah tangga ini.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Communication Manager Moya Indonesia, Astriena Veracia, mengatakan, penyebab terkendalanya pasokan air, karena saat ini tengah memasuki musim kemarau.

”Sekarang masuk musim kemarau. Siklusnya biasa terjadi di Agustus. Saat kemarau, pemakaian air bertambah, otomatis ada yang tidak kebagian air,” katanya.

Ia mengaku pihaknya sudah memaksimalkan produksi, dibandingkan beberapa bulan yang lalu.

”Kami ingin mengedukasi pelanggan, saat ini musim kemarau, jadi harap lebih bijak dalam menggunakan air,” tuturnya.(jpg)