batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan Lahur Robbani, 19, Sabtu (30/7) pukul 12.40. Koordinator Avsec Hang Nadim, Dirman, mengatakan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas Avsec saat Lahur memasuki Security Check Point (SCP) pertama.

“Kecurigaan ini sudah ada sejak Lahur memasuki terminal keberangkatan,” kata Dirman, Minggu (1/8).

Petugas Avsec di SCP pertama membiarkan Lahur masuk ke dalam terminal dan melakukan check-in tujuan penerbangan dari Batam menuju Surabaya yang berangkat pukul 15.15. Setelah check-in, petugas avsec pun berkoordinasi.

Saat akan memasuki gate 3, di SCP kedua petugas lalu melakukan pemeriksaan manual terhadap Lahur. Saat tasnya akan diperiksa, Lahur sedikit gugup. Sehingga menambah kecurigaan para petugas di lapangan.

“X-Ray memperlihatkan barang mencurigakan, sehingga dilakukan pemeriksaan. Dan kami mendapati satu bungkus sabu seberat 305,6 gram,” ungkap Dirman.

Pada petugas Avsec, Lahur mengaku bahwa barang haram itu diambilnya dari Selat Panjang. Lahur mengaku hanya sebagai orang yang menjemput dan mengantarnya. Rencananya sabu ratusan gram itu akan diserahkan ke seseorang di Surabaya.

“Temuan ini sudah kami serahkan pihak Bea Cukai,” ungkap Dirman.

Sepanjang 2021 ini, Dirman mengaku, ini adalah aksi yang ketiga kalinya calon penumpang yang menyelundupkan sabu. “Kondisi saat ini memang sepi penumpang, tapi mereka masih tetap melakukan penyelundupan. Kami tidak akan tinggal diam, pengamanan akan lebih diketatkan lagi,” ucapnya.

Dirman mengaku pemeriksaan ketat selalu diberlakukan bagi penumpang yang masuk terminal keberangkatan Hang Nadim. “Pemeriksaannya berlapis, di SCP pertama dan kedua,” tuturnya.

Beberapa hari lalu, petugas Avsec mengamankan seorang calon penumpang tujuan Denpasar membawa ratusan gram sabu, dengan cara memasukannya ke dalam anus.

“Berbagai modus para penyelundup ini, terus kami amati dan periksa dengan teliti,” tutur Dirman. (*/jpg)