batampos.co.id – Komisi Daerah (Komda) Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) Kepri mengungkapkan bahwa vaksinasi ganda tidak membahayakan nyawa peserta vaksin. Salah satu kasus vaksinasi ganda yang diduga menjadi penyebab kematian terjadi di Batam, dan menimpa Hartijo, yang meninggal Rabu (28/7) lalu.

Ketua Komda KIPI Kepri, dr Gama A.F Isnaeni, mengatakan bahwa penyebab meninggalnya Hartijo yakni karena Covid-19 yang telah dideritanya terlebih dahulu.

”Ada dua kejadian di waktu bersamaan (coincidence), yakni mendapat vaksin dobel dan menderita Covid-19. Meski begitu, keduanya tidak saling berhubungan,” kata Gama, Sabtu (31/7).

Vaksinasi ganda yang diterima almarhum dianggap aman, meski jadi agak boros tentunya. Tapi, memang saat itu, virus corona penyebab Covid-19 tengah berinkubasi di dalam tubuh Kartijo.

”Saat vaksin, sudah terpapar, tapi belum ada gejalanya. Saya sudah konsultasi ke berbagai pihak mengenai hal ini, sehingga kesimpulan sementara yang kami peroleh, yakni penyebab meninggalnya beliau karena Covid-19 yang dideritanya,” tuturnya.

Adapun vaksinasi ganda terjadi karena persoalan miskomunikasi semata. Almarhum Harjito mengikuti vaksinasi dosis pertama yang diselenggarakan oleh salah satu asosiasi pengusaha, 11 Juli lalu.

Setelah disuntik, ia seperti merasa hanya diusap-usap saja. Sehingga ia mengira belum divaksin. Lalu, Harjito pun kembali ke lokasi antrian, bukannya langsung ke lokasi observasi.

”Sama petugas juga tidak diarahkan. Sehingga ia pun kembali dipanggil lagi,” jelasnya. (*/jpg)