batampos.co.id – Direktorat Polisi Perairan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri mengamankan 12 orang Warga Negara Asing (WNA) asal India, Jumat (30/7) lalu pukul 17.27 WIB.

Keberadaan 12 orang WNA India ini bermula dari laporan masyarakat. Setelah mendapatkan laporan, Ditpolairud melakukan penyelidikan dan mencari keberadaannya.

”Mereka ini merupakan anak buah kapal MT Ocean Neptune yang lego jangkar di perairan Batuampar. Mereka ini akan melaksanakan pertukaran kru,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Nulhakim, Senin (2/8/2021).

Nulhakim mengaku bahwa sebenarnya pergantian kru adalah hal yang biasa. Tapi, karena saat ini masih terjadi pandemi dan adanya aturan pemerintah soal masuknya orang asing ke Indonesia, maka mereka diamankan.

”Beberapa prosedur sudah mereka lalui, tapi saat ini kan harus menjalani swab, dicek dulu mereka bagaimana kelayakannya,” ungkap Nulhakim.

Semula mereka akan turun di Singapura, dan pertukaran kru akan dilaksanakan di negara tetangga tersebut.

Tapi, karena tidak diberikan izin dari Singapura, sehingga kapalnya melakukan pergantian kru di wilayah Indonesia, Batam. ”Mereka masuk sini, tapi ada SOP yang tidak diikuti,” katanya.

Nulhakim mengatakan, begitu kapalnya bersandar di labuh jangkar di perairan Batuampar, mereka langsung menuju ke Pelabuhan Batuampar.

”Mereka beralasan ingin menuju ke Hotel Harris, karena sudah tidak bekerja lagi di Kapal MT Ocean Neptune. Tapi alasan ini tidak bisa kami terima, karena sudah ada aturan khusus bagi WNA masing masuk ke Indonesia,” ucap Nulhakim.

Kepolisian pun berkoordinasi dengan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, untuk melakukan swab.

”Hasil swab-nya sudah keluar, ke-12 orang ini dinyatakan negatif,” ujarnya.

Walaupun hasilnya negatif, masih menjalani karantina di hotel. Setelah itu, 7 Agustus akan dipulangkan menuju ke negaranya.

”Di tengah pandemi, pengawasan-pengawasan seperti ini akan lebih kami giatkan lagi di perairan. Tentunya kami tidak ingin ada WNA yang masuk tanpa prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah,” pungkas dia.(jpg)