batampos.co.id – Untuk pembangunan Pasar Induk Jodoh, Pemko Batam telah mengusulkan kepada Kementrian PUPR dan telah disepakati pembangunan Pasar Induk Jodoh termasuk dalam salah satu proyek strategis nasional dengan difasilitasi Mentri Perdagangan.

Semua tahapan administrasi telah dijalankan oleh Disperindag Kota Batam hingga mengusulkan anggaran sebesar Rp 334 miliar.

Setelah terbangun, Pasar Induk Jodoh itu nantinya akan tetap dikelola oleh Pemko Batam dengan membentuk UPT. Sebab, cakupannya sudah besar dan jumlah pedagang yang mencapai 1.800 sehingga dibentuk UPT khusus Pasar Induk agar pengelolaannya lebih baik.

Adapun untuk pedagang yang berjualan disana nantinya adalah pedagang yang telah didata oleh Disperindag Kota Batam sejak Desember 2017, yakni sebanyak 1808 pedagang.

”Mereka ini menjadi prioritas utama. Tentunya mereka akan menempati sesuai dengan tempat yang mereka jual. Contoh, mereka jual ikan, tentu kita letakkan di lantai paling bawah agar pembeli bisa cepat mendapatkan. Begitu seterusnya,” kata Zulkarnain.

Pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh dipastikan tetap dilaksanakan meski saat ini pembongkaran masih ditunda.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, bangunan baru Pasar Induk Jodoh akan dibangun lima lantai dan berkonsep modern.

“Pasar Induk nanti bisa menampung lebih dari 1.800 pedagang dan ke lima lantai akan diisi oleh pedagang dengan kekhususan masing-masing,” ujarnya, Senin (2/8/2021).(*/jpg)