batampos.co.id – Sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah untuk mencoba memulai kembali perekonomian yang sempat memburuk akibat pandemi Covid-19. Sementara itu, 3 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di seluruh dunia. Akan tetapi, munculnya varian Delta yang sangat menular menjadi alarm bahwa pandemi belum selesai.

Penyebaran cepat varian secara global menyebabkan negara-negara kembali mengambil tindakan pencegahan seperti kembali melakukan penguncian (lockdown), pembatasan perjalanan, jam malam, dan mewajibkan masker. Varian tersebut telah diidentifikasi di setidaknya 96 negara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini adalah pengingat bahwa infeksi dimana saja berpotensi menjadi infeksi dimana-mana,” kata ahli epidemiologi UCLA Anne Rimoin.

“Ketika kami melihat kasus mulai melonjak di satu tempat di dunia, itu harus menjadi pengingat bahwa semua juga berpotensi rentan,” katanya.

Selama kira-kira satu setengah tahun, virus Korona telah mengakibatkan lebih dari 3,9 juta kematian di seluruh dunia, menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus di Universitas Johns Hopkins. Varian Delta dianggap dua kali lebih mudah menular daripada jenis virus Korona asli.

Apalagi Varian Delta telah melahirkan varian baru di India yang dijuluki Delta-plus, yang mungkin memiliki transmisibilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari LA Times, Selasa (3/8) sejumlah negara justru memberlakukan kembali lockdown dan pembatasan akibat lonjakan kasus varian Delta.

India
Negara terpadat kedua di dunia ini menghadapi gelombang infeksi virus Korona yang mematikan musim semi ini, mencatat jutaan kasus per hari pada bulan Maret dan April. India telah mengalami total hampir 400 ribu kematian akibat Covid-19 dan lebih dari 30,4 juta infeksi. Pemerintah India mendesak semua negara bagiannya untuk memberlakukan pembatasan.

India menegakkan aturan Covid-19 nasional mencakup pemakaian masker, jarak sosial, larangan penjualan minuman keras dan tembakau, dan denda bagi orang yang meludah di depan umum.

Afrika Selatan
Negara ini memberlakukan pembatasan yang ketat karena meningkatnya kasus yang didorong oleh varian Delta. Sementara kurang dari 1 persen populasi telah telah divaksinasi, menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus Johns Hopkins.

Pemerintah Afrika Selatan menutup sekolah, memberlakukan jam malam, menangguhkan penjualan alkohol dan makan langsung, dan melarang semua pertemuan di dalam dan luar ruangan sebagai tanggapan atas wabah. Kasus dari bulan lalu mencapai lebih dari 15 persen dari 1,9 juta kasus di negara itu sejak awal pandemi.

“Tantangan nyata dengan varian ini bersifat global,” kata Direktur Program Kesehatan Global di Council on Foreign Relations Tom Bollyky.

Australia
Penanganan Covid-19 di Australia sebagian besar dipandang sebagai kisah sukses dengan kurang dari 1.000 kematian selama pandemi. Lalu Australia memberlakukan beberapa penguncian ketika varian Delta mulai menyebar.

“Varian Delta terbukti menjadi elemen yang jauh lebih sulit dari virus ini daripada yang kita lihat hingga saat ini,” kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Penduduk khawatir peningkatan penularan varian Delta akan menyebabkan penguncian jangka panjang yang belum pernah terjadi di negara itu sejak hari-hari pertama pandemi. Dan tingkat vaksinasi Australia yang rendah hanya sekitar 11 persen.

Inggris
Negara ini seharusnya mencabut pembatasan virus Korona pada 19 Juni, termasuk membuka kembali bisnis seperti klub malam dan teater, serta mengizinkan lebih banyak penggemar di acara-acara seperti turnamen tenis Wimbledon. Tetapi lima hari sebelum pembatasan berakhir, Perdana Menteri Boris Johnson memundurkan tanggal tersebut satu bulan. Varian Delta bertanggung jawab atas hampir semua kasus baru di negara itu menurut para ilmuwan di Imperial College London.

Malaysia
Malaysia juga menunda pencabutan pembatasan virus Korona tanpa batas waktu, yang dijadwalkan terjadi Senin, menurut media pemerintah Bernama.

Hongkong, Jerman, Taiwan
Ketiga negara ini memberlakukan pembatasan perjalanan baru ke dan dari negara-negara seperti Inggris, Rusia, dan Israel yang memiliki kasus luas yang melibatkan varian Delta. Meski beberapa negara memberlakukan kembali pembatasan dan penguncian virus Korona, peristiwa besar masih kembali dan banyak wilayah di dunia terus dibuka kembali.(jpg)