batampos.co.id – Hujan yang mengguyur Kota Batam disebabkan fenomena Sumatra Squal Line, Minggu (1/8). Fenomena ini mengakibatkan cuaca ekstrem di Batam.

Forecaster Stamet Hang Nadim, Riza Januarti, mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi seperti hujan deras, angin kencang, badai disertai petir.

“Sumatra Squall Line ini barisan awan yang tumbuh berkembang di wilayah Sumatra,” kata Riza, Minggu (1/8/2021).

Barisan awan inilah yang bergerak dari Sumatra menuju ke Batam dan daerah lainnya di Kepri.

Sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Walaupun fenomena Sumatra Squall Line ini berlangsung beberapa jam saja, tapi menyebabkan peningkatan potensi hujan di Batam sepekan ke depan.

“Ada perlambatan kecepatan angin, sehingga menyebabkan tingginya pertumbuhan awan hujan,” ungkap Riza.

Potensi hujan tidak hanya terjadi di wilayah daratan, tapi juga perairan. Oleh sebab itu, warga yang beraktivitas di laut, agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.

Riza menjelaskan, arus laut dari tenggara ke barat daya dengan kecapatan 2 hingga 15 knot. Potensi gelombang mulai dari 0,5 hingga 1 meter.

Ketinggian gelombang ini masih terbilang rendah, namun masyarakat diharapkan selalu berhati-hati.

Sementara itu angin berhembus dari Selatan dengan kecepatan 5 hingga 30 knot.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lainnya di Kepulauan Riau.

Dari pemantauan forecaster Hang Nadim, Minggu (1/8), hujan awalnya terpantau di Karimun. Lalu meluas hingga ke Batam, Bintan, Lingga hingga ke Anambas.(jpg)