batampos.co.id – Kondisi Pasar Induk Jodoh yang diresmikan pada tahun 2004 silam sangat jauh dari kesan nyaman. Kondisinya sangat memprihatinkan dengan hampir seluruh bangunan rusak berat. Disekitar Pasar Induk, juga dikelilingi kios-kios kumuh yang juga sudah lusuh.

Namun, saat ini pemerintah telah bertekad untuk merevitalisasi Pasar Induk Jodoh dengan bangunan lima lantai. Tentunya dengan konsep pasar yang lebih modern dan nyaman bagi pengunjung seperti mal-mal yang ada di Batam. Masyarakat yang nantinya akan berbelanja ke Pasar Induk Jodoh tak perlu khawatir mencari kebutuhan sehari-hari.

Sebab, selain lengkap harga di Pasar Induk Jodoh ini nantinya juga akan terjamin selalu stabil, karena dipantau langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Pasar basah dengan menjual ikan, ayam dan sebagainya akan tersedia di lantai dasar. Kemudian di lantai dua, akan diikuti pasar kering dengan diisi oleh pedagang sayur.

Kemudian di lantai tiganya, akan diisi oleh pedagang yang menjual pakaian kemudian diikuti pedagang elektronik di lantai 4, serta lantai paling atas akan ada Foodcourt yang bisa menjadi tempat penghilang letih, sebab Pasar Induk Jodoh berada di tepi laut yang langsung berhadapan dengan negeri seberang Singapura.

”Tentunya pemandangan di lantai paling atas, lumayan bagus karena bisa melihat Singapura. Apalagi kalau di malam hari, bisa melihat Kota Batam, dan melihat Tanjunguma yang merupakan pemukiman nelayan pertama dan tertua di Kota Batam,” ujar Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnain, Senin (2/8).

Ia menjelaskan, rencanya revitalisasi Pasar Induk Jodoh sudah direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam sejak tahun 2018 lalu dengan maksud dan tujuan untuk menata pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar Jodoh Boulevard, Pasar Induk, TOS 3000 dan sekitarnya. Perencanaan tersebut mengalami kemajuan setelah BP Batam menghibahkan lahan kepada Pemko Batam dalam dua tahap.

Tahap pertama di tahun 2018 mendapatkan hibah seluar 15 ribu meter persegi dan tahap kedua mendapatkan hibah seluas 5 ribu meter persegi. Sehingga, perencanaan untuk merevitalisasi Pasar Induk Jodoh makin serius dilakukan oleh Pemko Batam yang dalam hal ini Disperindag Kota Batam.

”Dengan lahan terbatas yang seluas 2,1 hektar, dalam rangka menampung 1800 lebih pedagang, tentu dengan kapasitas dan kajian konsultan ini tidak mungkin seluas itu dua lantai. Makanya desain kita, kita jadikan lima lantai dalam rangka menampung semua pedagang,” katanya.(*/jpg)