batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta tambahan vaksin sebanyak 1 juta dosis untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Kota Batam.

Capaian Pemko Batam 59 persen untuk dosis pertama, dan 57 persen untuk dosis kedua.

”Jika vaksin itu datang dalam waktu dekat, maka target vaksin 70 persen warga Batam divaksin pada 17 Agustus 2021 ini,” kata dia,
Senin (2/8/2021).

Batam masih ada stok 2.300 vaksin. Ia berharap permintaannya segera dipenuhi agar target tercapai.

Wali Kota Baatam, Muhamamd Rudi (kemeja putih) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SP Plaza, Senin (26/7/2021).

Pengiriman vaksin dilakukan bertahap sehingga pelaksanaan tidak bisa sekaligus dilaksanakan.

”Hari ini (kemarin) ada stok dihabiskan, lalu berhenti lagi karena stok kosong. Nanti kalau datang lagi baru gerak lagi. Seperti ini yang membuat capaian target tidak bisa sesuai dengan target,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa vaksinasi di Batam tidak bisa dilakukan secara konsisten setiap hari.

Alasannya, stok vaksin fluktuatif selama satu bulan ini.

”Ketersediaan stok kita tidak sesuai harapan kami. Kami ingin all out, sehingga 17 Agustus ini, bisa 70 persen,” harap Amsakar.

Vaksinasi yang sudah tercapai baru sekitar 59 persen (dosis 1). Sehingga, jika tamba han stok vaksin tidak cepat datang, diperkirakan hingga HUT Kemerdekaan RI, hanya
sekitar 62-63 persen.

”Vaksin terbatas, distribusi dari Jakarta sedikit. Cadangan di puskesmas juga sedikit, sedangkan jumlah yang mau divaksin masih banyak. Akibat kekosongan, bahkan pelaksanaan yang sudah terjadwal harus ditunda sampai vaksin tersedia,” ujarnya.

Tidak itu, capaian target untuk pelajar yang diharapkan bisa 100 persen di bulan Juli lalu juga tidak terlaksana.

Capaian saat ini masih 20 persen pelajar usia 12-17 tahun yang divaksin dosis pertama. Sehingga kebijakan belajar tatap muka belum bisa terlaksana.

”Sampai kini masih belajar online dulu, sebab untuk belajar tatap muka harus 100 persen divaksin,” sebutnya.

Karena tingginya minat untuk vaksinasi, pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada Batam untuk mengajukan permintaan vaksin langsung ke pusat tanpa melalui provinsi.

”Batam diberikan kemudahan, karena sudah ada varian baru ditemukan, jadi diperlukan langkah pengendalian dengan mempercepat vaksin. Makanya bisa langsung menyurati Kemenko Perekonomian, Kemenkes dan menyampaikan ke DPR RI,” terangnya.

Surat sudah dikirim ke pemerintah pusat meminta tambahan vaksin.

”Mudah-mudahan minggu ini dapat masuk vaksin dan segera distribusikan ke puskesmas-puskesmas di Batam,” katanya.(jpg)