batampos.co.id – Rendahnya minat masyarakat untuk ikut tes antigen massal mendapat respons dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri. IDI mengimbau masyarakat tidak perlu takut karena penting untuk deteksi dini terinfeksi Covid atau tidak.

”Sebenarnya, tujuan antigen massal itu early diagnosis. Seseorang carrier (pembawa) Covid-19 atau tidak. Sehingga bisa ditangani lebih cepat. Jadi jangan takut,” ujar Ketua IDI Kepri, dr Rusdani, Selasa (3/8).

Selain itu, jika para carrier ini terlacak, juga dapat memudahkan kerja tenaga kesehatan dan pemerintah. Karena potensi penyebaran Covid-19 dapat diputus lebih dini. ”Pendapat saya pribadi, harusnya masyarakat sadar. Ini gratis loh,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat yang terlacak positif Covid-19 sedini mungkin, maka penyembuhannya tidak memakan waktu lama. Potensi masyarakat masuk ke intensive care unit (ICU) juga berkurang atau kecil. ”Efek positif dari pelaksanaa antigen massal ini tidak hanya dirasakan masyarakat, tapi juga pemerintah,” ungkapnya.

Rusdani menuturkan, pemerintah juga dapat menghemat biaya puluhan atau bahkan ratusan juta. ”Kalau sedini mungkin sudah di-tracing, mereka bisa dicegah mengalami pemburukan. Jadi, potensi dirawat di ICU dapat diminamlisir,” ujarnya.

Tracing lebih dini memangkas biaya perawatan yang berlarut-larut. Apabila di-tracing dan ditemukan, maka penyembuhannya hanya memakan waktu beberapa hari saja. ”Tapi kalau sudah berat, ini memakan waktu berhari-hari dan biaya yang dikeluarkan pemerintah sangat besar,” jelasnya.

Terkait kenyataan di lapangan bahwa sudah dilakukan pelonggaran, meski status masih level 4, menurutnya, jika level 4 tidak dijalankan optimal, maka bisa memberikan dampak pada penurunan kasus Covid-19.

”Nah, dari PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) ini masyarakat belajar bahwa betapa pentingnya protokol kesehatan. Apabila masyarakat masih abai, dampaknya ke masyarakat sendiri. Nantinya aturan kembali diketatkan, sehingga akan memberikan dampak bagi sektor formal maupun informal,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan masyarakat semakin patuh dan memahami esensi penerapan protokol kesehatan (protkes). Dimana, protkes demi melindungi masyarakat sendiri. ”Baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Apabila kasus meningkat, masyarakat yang terdampak. Berubah lah lagi,” ucapnya.(jpg)