batampos.co.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Batam.

Pasalnya, sampai pertengahan tahun ini, tercatat ada sebanyak 377 kasus demam berdarah di Kota Batam.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 375 kasus.

Jika dilihat wilayah paparannya, hampir seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD.

Sementara bila melihat data tahun sebelumnya, Kecamatan Batam Kota masih menjadi kecamatan dengan kasus tertinggi.

”Kasus kematian akibat DBD di tahun ini tercatat juga belum ada,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (4/8/2021).

Disebutkan Didi, kasus DBD fluktuatif. Namun saat musim hujan, kejadian penyakit DBD akan meningkat.

Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat  perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan.

Kondisi tersebut akan meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue.

”Kelangsungan hidup nyamuk aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembaban tinggi selama musim hujan sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan,” ungkap Didi.

Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan Batam untuk penanganan kasus DBD ini.

Salah satunya dengan memberikan penyuluhan ke masyarakat, sampai peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan programnya ’Gerakan 1 rumah 1 jumantik’.

”Kami aktifkan kembali gerakan 1 rumah 1 jumantik,” kata Didi.

Adapun tugas para jumantik ini menjadi mitra puskesmas dalam mencegah dan menurunkan angka penyakit DBD.

Selain itu, kader ini juga bertugas untuk memantau kondisi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Didi mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah DBD, dengan cara lebih peduli terhadap lingkungan.

Misalnya, membersihkan tempat-tempat yang kotor dan kumuh serta menggalakkan program 3 M plus.

”3 M Plus yaitu menguras, mengubur, dan menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” pungkas dia.(jpg)