batampos.co.id – Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, mengatakan, pihaknya sudah merampungkan pemeriksaan terhadap kasus pemalsuan sertifikat vaksin.

Dalam kasus ini, pihaknya menetapkan enam orang tersangka.

“Kami sudah lakukan penyelidikan, dan ada enam tersangka. Mereka sudah ditahan,” ujar Juwita, Rabu (4/8/2021).

Keenam tersangka dijerat Pasal 263 KUHP ayat (1) jo pasal 64 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman paling lama enam tahun penjara.

Mereka adalah LC (26); FM (23), HP (31), RA (19), RR (18) dan AA (22).

“Tersangka ini merupakan relawan. Mereka direkrut
dari Dinkes,” katanya.

Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, menginterogasi para pelaku pemalsuan sertifikat vaksin di Mapolresta Barelang, Kamis (15/7/2021) lalu. Foto: Yofi/Batam Pos

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang menangkap sindikat pemalsuan dokumen atau sertifikat vaksin.

Dalam sehari, pelaku bisa meraup keuntungan hingga Rp 5
juta.

Dengan terungkapnya kasus ini, Juwita mengimbau masyarakat Batam mengikuti vaksinasi sesuai prosedur, dan tidak tergiur tawaran sertifikat tanpa vaksinasi.

“Vaksinasi ini ada tahapan. Dari pendaftaran, screening. Vaksin ini nanti dibutuhkan untuk kekebalan tubuh, sehingga kebal terhadap virus,” ungkapnya.

Juwita juga mengimbau kepada masyarakat memberikan informasi jika ditemukan kecurigaan atau pemalsuan sertifikat vaksinasi di lingkungan sekitar.

“Sekarang ada gerai vaksin presisi. Jadi, masyarakat lebih gampang mendapatkan vaksin,” tutupnya.(jpg)