batampos.co.id – Sebanyak 361 Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih menjalani karantina di rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam.

Jumlah ini kembali bertambah setelah menerima kedatangan PMI dan beberapa hari terakhir ini.

Sebagian dari mereka sudah mengikuti swab dan sedang menanti hasilnya. Jika hasilnya negatif Covid-19 maka mereka diperkenankan kembali ke daerah asal masing-masing.

Namun jika sebaliknya positif maka harus menjalani perawatan medis di RSKI Galang.

Petugas medis yang menangani kesehatan para PMI, dr Anggitha mengatakan beberapa hari lalu jumlah pekerja migran yang dikarantina di rusun sempat turun ke angka 100-an PMI.

“Hari ini (kemarin-red) naik lagi karena banyak yang baru tiba. Yang terkinformasi positif hari ini ada tujuh orang, lainnya masih menunggu hasil swab kedua,” ujar dr Anggitha saat ditemui di Rusunawa, Kamis (5/8/2021).

Seperti yang diketahui, PMI yang menjalani karantina di rusunawa BP dan Pemko Batam adalah mereka yang baru tiba dari luar negeri yaitu dari Malaysia dan Singapura.

Mereka dikarantina selama delapan hingga 14 hari demi memastikan kesehatan mereka. Pemko dan gugus tugas penanganan Covid-19 memberikan perhatian yang lebih kepada PMI demi mencegah masuknya varian terbaru Covid-19 ke tanah air.

Sampel pemeriksaan PMI diprioritaskan dengan dua kali swab agar

benar-benar memastikan tak
ada varian terbaru masuk.