batampos.co.id – Vaksinasi massal di Polsek masih berjalan hingga, Kamis (5/8). Ratusan warga antusias mengikuti program nasional ini.
Polsek Batuaji dan Sagulung masing-masing melayani 200 vaksin dalam sehari sejak Senin (1/8) lalu.
Warga yang datang umumnya lebih dari kuota vaksin yang diterima. Polisi menerapkan sistem antrean demi menjaga aturan
protokol kesehatan (protkes).
Pantauan di lapangan, warga yang berkumpul di lingkungan Polsek tidak hanya mereka yang memegang nomor antrean tapi juga masyarakat yang tidak kebagian nomor antrean.

Mereka bersiaga sebab bisa menggantikan warga yang sudah dapat nomor antrean namun gagal vaksin saat menjalani pengecekan kesehatan.
Semenjak layanan vaksinasi Polsek dibuka, tidak sedikit warga yang gagal menerima vaksin karena bermasalah dengan kesehatannya.
Permasalahan yang dijumpai umumnya adalah tekanan darah tinggi. Dalam sehari, satu Polsek bisa menolak lebih dari sepuluh orang.
Mereka yang bermasalah dengan tekanan darah ini akan digantikan warga lain yang menanti di luar agar Polsek.
Beberapa warga pengidap tekanan darah tinggi yang dijumpai Batam Pos mengaku tak menyadarinya. Mereka baru tahu saat pemeriksaan tekanan darah oleh petugas medis.
”Mungkin karena pikiran kali. Tahulah situasi sekarang seperti apa, serbasusah, jadi naik tensi. Saya sendiri sudah tak kerja lagi. Sekarang bertahan hanya dengan jualan baju online istri,” ujar Hadi, warga Tanjunguncang, Batuaji.
Senada disampaikan Ida, warga lain yang hipertensi di Polsek Sagulung. Ibu dua anak ini yakin penyebabnya karena pikiran.
Belakangan keluarganya kesulitan keuangan. Anak yang harus masuk sekolah tentu menjadi beban tersendiri bagi Ida sebab suaminya sudah tak bekerja lagi.
”Suami tak kerja lagi karena ada pengurangan di galangan kapal. Sekarang serabutan dengan penghasilan tak jelas. Pikir kebutuhan seharian, sekolah anak dan macam-macam jadi buntu hari-hari, makanya cepat naik tensi,” ujar Ida.(jpg)
