Kamis, 26 Februari 2026

Batam Mengalami Inflasi 0,45 Persen, Ini Penyebabnya…

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat inflasi di Kota Industri ini pada Juli 2021 sebesar 0,45 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105 pada Juni 2021 menjadi 105,47 pada Juli 2021.

Inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2021 sebesar 0,76 persen. Inflasi tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) 2,18 persen.

”Tercatat pada Juli 2021, kita mengalami inflasi sebesar 0,45 persen,” ujarnya, Jumat (6/8).

Dilihat dari kelompoknya, inflasi di Batam terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada lima
kelompok pengeluaran.

Yaitu; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,37 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen, dan kelompok
kesehatan sebesar 0,1 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen, kelompok transportasi sebesar 0,17 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,03 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman dan restoran.

”Pada sub kelompok makanan, minuman dan tembakau ini, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu cabai merah dan bayam,” tambahnya.

Rahmad menambahkan, dari 24 kota IHK di Sumatra, tercatat 13 kota mengalami inflasi dan 11 kota lain mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,62 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,14 persen.

Deflasi tertinggi di Pangkal Pinang sebesar 0,32 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Pematang Siantar dan Bukittinggi sebesar 0,03 persen.

”Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-3 dan ke-4 dari 13 kota yang mengalami inflasi di Sumatra,” terangnya.

Selanjutnya, bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 61 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,51 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sampit sebesar 0,01 persen.

”Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-11 dan ke-13 dari 61 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia,” sebut Rahmad.(jpg)

Update