batampos.co.id – Ekspor Batam pada Juni 2021 sedikit mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, mencatat, penurunan terjadi sebesar 3,12 persen.

”Nilai ekspor Juni 2021 mencapai 908,13 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun sebesar 3,12 persen dibanding ekspor Mei 2021,” kata Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, Minggu (8/8).

Batam sendiri menyumbang 68,92 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar 1.317,62 juta dolar AS.

”Ekspor Batam terdiri dari ekspor migas sebesar 81,63 juta dolar AS atau turun 21,60 persen dibanding bulan sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu, ekspor non migas mencapai 826,50 juta dolar AS atau turun 0,81 persen dibanding Mei 2021.

Ekspor non-migas terbesar yakni golongan barang mesin dan peralatan listrik sebesar 372,82 dolar AS.

Sementara itu, ekspor dengan tujuan terbesar yakni Singapura pada Juni 2021.

”Totalnya mencapai 396,23 juta dolar AS dengan kontribusinya mencapai 43,63 persen,” ungkapnya.

Menanggapi data terbaru BPS Batam, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, mengatakan, ekspor Batam masih tetap berada di kisaran stabil.

Bahkan ekspor sepanjang 2021 menunjukkan kestabilan tinggi di antara lima tahun terakhir.

”Pandemi ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, banyak kasus terkonfirmasi, tapi di sisi lain ekspor kita meningkat,” tuturnya, kemarin.

Penyebab peningkatan ekspor terjadi karena lockdown negara-
negara tetangga yang merupakan pesaing seperti Filipina, Myanmar, Kamboja, dan lainnya.

Sister company mereka di sana lagi lockdown, jadi tak bisa lakukan kegiatan apapun. Sehingga order-nya itu datang ke daerah yang masih bisa beroperasi seperti Batam. Makanya sekarang kita malah kebanjiran order,” ungkapnya.(jpg)