batampos.co.id – Pemberlakuan PPKM selama ini dinilai sangat memukul semua sendi-sendi kehidupan. Terutama sektor ekonomi. Khususnya kalangan informal, yang penghasilannya harian. Atas dasar itu anggota DPRD Kepri, Wirya Putra Sar Silalahi, yang juga Sekretaris Komisi 4 meminta pemerintah menyudahi PPKM di Kepri.

”Sejak bulan lalu diberlakukan PPKM di Kepri, kita bisa lihat dampaknya,” ujarnya.

Menurutnya, solusi yang bisa dilakukan yakni menganti PPKM dengan program-program yang lebih efektif dan terukur serta bisa menumbuhkan sektor ekonomi. Misalnya, vaksinasi yang masif dan cepat, agar cepat tercapai herd immunity.

”Tempat vaksinasi, diusahakan tersebar dan jangan sampai menimbulkan kerumunan, mungkin cukup 200 orang divaksin per tempat per hari. Jadi kalau perlu 10 ribu vaksin per hari, perlu 50 tempat,” sebutnya.

Khusus di Batam kata dia, usaha ini tidak susah sebab ada 64 kelurahan. ”Bisa disasar per kelurahan per hari. Ini saya rasa akan tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, usul Wirya, pemerintah harus meningkatkan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment). Khususnya treatment harus lebih diperhatikan karena ini bisa mengurangi angka kematian para penderita Covid-19.

”Ini bisa dengan peran pemerintah merawat pasien Covid-19 di rumah sakit, ketersediaan tempat tidur atau BOR, ventilator, ketersediaan oksigen, obat-obatan, vitamin-vitamin,” jelasnya.

Dan yang terakhir kata Wirya, disiplin protokol kesehatan harus ditingkatkan. ”Bila ini diterapkan pemerintah daerah, dan mungkin usul dari pakar yang mendukung penguatan herd immunity, saya yakin kasus Covid-19 di Kepri akan menurun dan roda perekonomian akan bergerak. Si-lakan saja warung buka, tetapi tetap menggunakan protkes 3M dengan ketat. Demikian dengan usahausaha masyarakat yang lain,” tutupnya. (*/jpg)